Senin, 24 Jan 2022 09:19 WIB

Dijalani Mahathir Mohamad di RS Jantung Awal 2022, Apa Itu 'Prosedur Elektif'?

Vidya Pinandhita - detikHealth
BEIJING, CHINA - APRIL 26:  Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad delivers his speech for the opening ceremony of the Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF) April 26, 2019 in Beijing, China.  (Photo by How Hwee Young-Pool/Getty Images) Mengenal 'prosedur elektif' yang sempat dijalani Mahathir Mohamad di RS jantung awal 2022. Foto: Getty Images/Pool
Jakarta -

Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad menjalani perawatan di rumah sakit khusus penanganan masalah jantung, Institut Jantung Negara (IJN). Ia dikabarkan menjalani 'prosedur elektif' pada 8 Januari dan sudah pulang pada 13 Januari.

Dikutip dari Malay Mail, Mahathir kini dalam kondisi stabil usai perawatan. Ia kini dirawat di unit perawatan khusus jantung.

"IJN dan juga keluarga Tun Dr Mahathir akan menyampaikan pernyataan dari waktu ke waktu," pesan putri Mahathir, Marina, dalam sebuah pernyataan. Ia juga mengabarkan, ayahnya sudah dapat berinteraksi dengan keluarga.

Dihubungi secara terpisah, spesialis jantung dari Siloam Hospital, dr Vito A Damay, SpJP(K) menjelaskan prosedur elektif adalah prosedur medis yang dijadwalkan. Artinya dokter, pasien, dan keluarga bisa berdiskusi dan berkompromi lebih dulu perihal kapan prosedur medis bakal dilakukan sesuai waktu yang disepakati bersama sembari mempertimbangkan kondisi pasien.

Kondisi tersebut berbeda dengan prosedur emergensi atau urgent yang dilakukan sesegera mungkin setelah pasien setuju untuk menjalani. Dalam kondisi ini, jadwal prosedur dokter dan tim medis tidak menunggu waktu dari keluarga.

"Pada prosedur medis terjadwal pada umumnya setelah menyetujui prosedur medis akan dilakukan maka pasien bisa pulang dulu, dan datang di saat yang sudah disepakati bersama," terang dr Vito pada detikcom, Senin (24/1/2022).

"Tentu saja, prosedur elektif hanya dilakukan pada situasi penyakit atau kondisi yang bukan gawat darurat. Penyakit nya mungkin saja berat atau serius, namun bukan suatu emergensi atau gawat darurat yang harus dikerjakan saat itu juga," sambungnya.

dr Vito menjelaskan, prosedur elektif memungkinkan dokter dan tim medis untuk mempersiapkan kondisi tubuh pasien agar lebih optimal menjalani prosedur. Misalnya pada pasien dengan riwayat anemia, bisa dilakukan transfusi darah lebih dulu jika diperlukan.

Atau pada kondisi pemasangan ring jantung, bila ada gangguan ginjal, dokter bisa mempersiapkan kondisi ginjal lebih dulu serta evaluasi hasil laboratorium sebelum prosedur elektif dijalankan.

Lantas, penanganan masalah jantung apa saja yang bisa ditangani dengan prosedur elektif? Simak di halaman selanjutnya.

Simak juga 'Mahathir Mohammad Saat Dilarikan ke RS Jantung!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2