Senin, 24 Jan 2022 17:31 WIB

Ciri-ciri Saturasi Oksigen Pasien COVID-19 Drop dan Cara Mengatasinya

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
oximeter Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan dua pasien Omicron meninggal dunia pada Minggu (23/1/2022). Menurut Kemenkes RI, ini jadi kasus fatalitas pertama pada pasien varian Omicron.

"Gejala berat (kedua pasien COVID-19 ini). Mengeluh sesak napas," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML), dr Siti Nadia Tarmizi, pada detikcom.

"Belum di ICU tapi sudah pakai oksigen karena saturasi rendah," sambungnya.

Lantas apa penyebab saturasi oksigen pasien COVID-19 rendah dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya.

Penyebab Saturasi Oksigen Rendah

Berbagai kondisi dapat mengganggu kadar oksigen dalam darah. Salah satunya yakni COVID-19 akibat virus Corona.

Dikutip dari Cleveland Clinic, ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan kadar oksigen yang rendah dalam darah:

  • Masalah jantung termasuk kelainan jantung
  • Masalah paru-paru seperti asma, emfisema, dan bronkitis
  • Wilayah dataran tinggi yang kadar oksigennya lebih rendah
  • Obat Pereda nyeri yang kuat
  • Gangguan pernapasan saat tidur
  • Peradangan atau jaringan parut pada paru-paru

Ciri-ciri Saturasi Oksigen Rendah

Saturasi oksigen merupakan nilai yang menunjukkan kadar oksigen di dalam darah. Pasien COVID-19 biasanya diminta mewaspadai saturasi oksigen karena virus Corona dapat membuat kadar oksigen dalam darah berkurang ke tingkat bahaya tanpa disadari.

Dikutip dari Medical News Today, kekurangan oksigen dalam darah dapat disebut juga sebagai hipoksemia. Jika dalam keadaan normal, tubuh manusia memiliki kadar oksigen di atas 95 persen. Di bawah itu, pasien disarankan mendapat bantuan oksigen tambahan.

Saturasi oksigen dapat diukur dengan menggunakan alat oximeter. Bisa juga mewaspadai tanda-tanda berikut:

  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Bibir atau jari pucat kebiruan
  • Pusing
  • Napas cepat
  • Nyeri dada
  • Kebingungan
  • Tekanan darah naik
  • Penglihatan kabur
  • Mengigau
  • Detak jantung cepat

Penanganan Saturasi Oksigen Rendah

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, jika saturasi oksigen sudah berada di bawah 93 persen, pasien perlu segera mendapat suplementasi oksigen.

"Kalau kurang dari atau sama dengan 93 persen, sebaiknya diberikan suplementasi oksigen. Hanya saja untuk oksigen ini kan cara pemberiannya bervariasi. Ada yang tabung oksigen, ada yang masker, ada yang tekanan tinggi sampai ventilator. Itu sangat tergantung derajat beratnya kekurangan oksigen," terang dr Agus pada detikcom beberapa waktu lalu.

Namun, sebagai penanganan awal, pasien bisa menerapkan posisi pruning untuk melancarkan sirkulasi pernapasan. Cara ini dapat memaksimalkan fungsi paru-paru untuk mendapat oksigen tambahan.

Jika tingkat saturasi oksigen pasien tak kunjung membaik, maka segera cari pertolongan medis di rumah sakit. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri saturasi oksigen rendah agar dapat menentukan langkah apa yang harus dilakukan.



Simak Video "Perhatikan Batas Aman Saturasi Oksigen, Kapan Butuh Bantuan Napas?"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)