Senin, 24 Jan 2022 18:20 WIB

Luhut Kasih Sinyal Level PPKM DKI Berubah, Naik ke Level 3?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden) Foto: Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pemerintah mengumumkan jumlah wilayah Jawa Bali yang masuk PPKM level 1 terus bertambah. Namun, ada sinyal perubahan level PPKM di DKI Jakarta.

"Teater perang pandemi yang terjadi di DKI Jakarta menyebabkan asesmen situasi provinsi tersebut bisa mungkin berubah," ungkap Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers Senin (24/1/2022).

Omicron di DKI Jakarta belakangan sudah melampaui seribu kasus. Sejak Omicron merebak, kasus infeksi harian COVID-19 provinsi tersebut juga melampaui seribu orang.

Luhut melanjutkan, selama ini pemerintah menetapkan kategori PPKM berlevel DKI Jakarta serupa dengan wilayah aglomerasi seperti Depok, Tangerang, hingga Bekasi. Sementara Jabodetabek masih berada di PPKM level 2.

"Pemerintah secara konsisten memperlakukan DKI sebagai satu kesatuan wilayah Aglomerasi Jabodetabek. Secara aglomerasi, Jabodetabek saat ini masih pada level 2," sambung dia.

Meski begitu, belum ada keterangan detail pembaruan ketetapan PPKM berlevel di Jawa Bali maupun luar Jawa Bali. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan Indonesia bakal menghadapi gelombang Omicron, yang kasusnya bisa lebih banyak dilaporkan di wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Omicron di Indonesia diketahui sudah mencapai 1.626 kasus per Senin (24/1/2022). Meski banyak dari mereka yang sudah divaksinasi lengkap tetap terpapar, gejala COVID-19 yang dikeluhkan ringan atau bahkan tanpa gejala.

Artinya, vaksin COVID-19 terbukti efektif melawan infeksi COVID-19 termasuk varian baru.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)