Selasa, 25 Jan 2022 04:55 WIB

Round Up

Wanti-wanti Menkes, Omicron Jabodetabek 'Ngegas' 2-3 Pekan ke Depan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Omicron dipredisi mengalami peningkatan terbanyak di Jabodetabek 2-3 pekan ke depan (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprioritaskan vaksinasi booster di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Kenaikan kasus Omicron paling tinggi diperkirakan terjadi di wilayah ini.

"Paling banyak Omicron akan terjadi di DKI Jakarta dan Jabodetabek dalam 2-3 minggu ke depan, kita akan mempercepat vaksinasi booster di sana," terang Menkes dalam konferensi pers Evaluasi PPKM, Senin (24/1/2022).

Mengenai target vaksinasi, Menkes menyebut lansia paling rentan untuk sakit dan membutuhkan perawatan atau bahkan meninggal dunia. Sementara itu, anak juga masuk prioritas karena rentan tertular dan menularkan.

Sementara itu, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadi Tarmizi mengatakan jumlah kasus Omicron saat ini sudah mencapai 1.626 kasus. Kasus impor dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) masih paling dominan.

"Per hari ini total kasus Omicron mencapai 1.626 kasus. Terdiri dari PPLN 1.019, non PPLN 369," konfirmasi dr Nadia kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Di samping itu, masih ada 238 kasus yang sedang dalam penelusuran untuk diidentifikasi apakah termasuk kasus impor atau transmisi lokal.

Ke depan, tidak semua kasus Omicron akan menjalani whole genome sequencing. Kenapa? Cek di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2