Selasa, 25 Jan 2022 16:00 WIB

Yang Divaksin AstraZeneca Merapat! Booster Ini Paling Banyak Tingkatkan Antibodi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
YOGYAKARTA, INDONESIA - JANUARY 13: A health worker prepares a dose of the AstraZeneca COVID-19 booster vaccine during the booster vaccination program on January 13, 2022 in Yogyakarta, Indonesia. While Southeast Asias vaccination programs have gathered pace, many countries in the region are yet to hit the high vaccination rates seen in developed nations. The emergence of Omicron in the region is adding to the urgency in countries like Indonesia, which has only fully vaccinated about 42 percent of its population as of last week, according to publicly available vaccination data. Some places in the region, such as Indonesia and Thailand, have rolled out a booster program alongside their primary vaccination programs in an attempt to aggressively bridge the gap. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images) Booster untuk penerima vaksin primer AstraZeneca. (Foto ilustrasi: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Jakarta -

Vaksin booster Moderna meningkatkan antibodi penerima vaksin AstraZeneca 32,30 kali lebih tinggi dibandingkan dengan dua vaksin booster lain, Pfizer dan AstraZeneca. Data tersebut merupakan hasil penelitian yang dikutip dari jurnal Munro tahun 2021.

Data itu dijabarkan langsung oleh dokter sekaligus pegiat media sosial dr Adam Prabata melalui unggahan akun Instagramnya @adamprabata, Selasa (25/1/2022).

"Vaksin AstraZeneca merupakan salah satu vaksinasi yang banyak didapatkan oleh penduduk Indonesia," tulis keterangan dr Adam Prabata, dikutip detikcom atas seizin yang bersangkutan.

Dalam unggahannya, dr Adam Prabata menjelaskan secara terperinci efektivitas masing-masing vaksin booster dalam meningkatkan antibodi penerima vaksin AstraZeneca. Masing-masing booster memberikan peningkatan titer antibodi yang berbeda, berikut detailnya:

  • AstraZeneca dua dosis penuh: 3,25 kali
  • Pfizer setengah dosis: 16,80 kali
  • Pfizer dosis penuh: 24,48 kali
  • Moderna dosis penuh: 32,30 kali

"Data ini berasal dari penelitian di Inggris dan dilakukan di era sebelum Omicron muncul, sehingga akan ada perbedaan bila dibandingkan dengan varian Omicron," tambah dr Adam.

Sayangnya, efektivitas booster vaksin tidak diperiksa dalam penelitian tersebut. Riset ini hanya menampilkan berapa banyak antibodi yang bisa meningkat usai divaksinasi.

"Meski peningkatan antibodinya beberda, namun kita belum tahu pasti apakah efektivitasnya akan berbeda juga," tutup dr Adam Prabata saat dihubungi detikcom, Selasa (24/1/2022).



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)