Selasa, 25 Jan 2022 16:45 WIB

Pakar IDI Nilai PTM Tak Aman Digelar Usai Omicron Melonjak

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Suasana PTM di SDN 14 Tangerang (Foto: Khairul/detikcom) Pakar sebut PTM di masa pandemi COVID-19 belum aman (Foto: Suasana PTM di SDN 14 Tangerang (Foto: Khairul/detikcom))
Jakarta -

Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Zubairi Djoerban menilai, pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi seharusnya dilakukan ketika positivity rate kurang dari 5 persen.

Zubairi mengatakan, idealnya sekolah sudah bisa dibuka dan aman jika positivity rate sudah berada di angka 3 persen. Jika di atas itu, akan rawan untuk siswa.

"Agak aman ketika di bawah 5 persen, dan aman banget kala 3 persen," tulis Prof Zubairi dalam akun Twitter pribadinya, dilihat detikcom, Selasa (25/1/2022).

Menurutnya, positivity rate di Indonesia kini berada di angka 7,6 persen. Angka tersebut dinilai Zubairi masuk kategori mengkhawatirkan.

"Ya siap-siap tidak aman. Notabene banyak sekolah tutup sementara. Seperti 43 sekolah di Ibu Kota," tutup Prof Zubairi.

Selaras dengan Prof Zubairi, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusatoke Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan khawatir PTM 100 persen berisiko pada anak-anak usia 6-11 tahun.

"Anak ada yang usia 6-11 tahun itu adalah anak-anak SD dan di Indonesia saat ini anak-anak 6-11 tahun ini belum banyak divaksin," ujarnya dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Perkembangan Terkini kasus COVID-19 varian Omicron', Senin (24/1/2022).

"Mereka adalah kelompok rentan akan berisiko keluar rentan sekali terinfeksi. Saran saya pada pemerintah tolong ditinjau ulang kebijakan PTM terutama untuk anak-anak di bawah 12 tahun ini," lanjutnya.

Melihat kasus COVID-19 RI yang kini melonjak akibat penyebaran varian Omicron, dr Erlina meminta pemerintah untuk kembali mengevaluasi keberlangsungan PTM 100 persen. Terlebih, ia juga menyorot adanya risiko fasilitas kesehatan kewalahan akibat meningkatnya jumlah pasien COVID-19.

"Sekarang kasusnya naik lagi kalau bisa pemerintah tinjau ulang anak PAUD, SD, ini tinjau ulang untuk melaksanakan PTM. Kalau saya sih lebih baik hibrid atau kalau perlu di rumah saja atau daring," pungkas dr Erlina.

Kebijakan Pemerintah

Sementara pada Senin (24/1/2022), Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah saat ini tidak berencana memberhentikan skema tatap muka yang sudah berlangsung.

"Sampai hari ini pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan, kalau ada hal-hal luar biasa akan diambil keputusan tersendiri. Kita tidak ada rencana untuk menghentikan sekolah tatap muka," ungkap Menko Luhut.



Simak Video "KuTips: Jurus Menghindari Hepatitis Misterius Saat PTM"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)