Selasa, 25 Jan 2022 17:20 WIB

Komnas KIPI Buka Data Laporan Efek Serius Vaksin Anak, Lebih Rendah dari Dewasa

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
vaksin anak Vaksin COVID-19 anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/TAO EDGE)
Jakarta -

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius dipastikan jauh lebih rendah ketimbang usia dewasa. Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari membeberkan perbedaan data efek samping serius pada usia dewasa dan kelompok anak.

  • Usia 31-45 tahun: 122 kasus
  • Usia 18-30 tahun: 97 kasus
  • Usia 59 tahun ke atas: 77 kasus
  • Usia 46-59 tahun: 68 kasus
  • Usia 12-17 tahun: 19 kasus
  • Usia 6-11 tahun: 1 kasus

"Dari segi umur, KIPI pada usia muda lebih rendah dari yang usia produktif dan lansia. Jadi tidak benar jika KIPI pada anak lebih tinggi," kata Prof Hindra dalam keterangan tertulis, dikutip detikcom dari Kemenkes RI, Selasa (25/1/2022).

Artinya, vaksinasi COVID-19 pada kategori anak terbilang aman. Hasil uji klinis vaksinasi COVID-19 anak sejauh ini juga dipastikan Prof Hindra tidak menimbulkan efek serius.

Umumnya, usia anak mengeluhkan efek samping ringan yang kemudian bisa segera diatasi, dengan cukup mudah.

"Dari uji klinis fase 1 dan 2 vaksin Sinovac yang telah kami lakukan pada anak dan remaja usia 3-17 tahun menunjukkan bahwa reaksi yang dialami cenderung ringan, mayoritas mengalami nyeri lokal, diikuti demam dan batuk. Juga tidak ada laporan yang KIPI serius pada kelompok yang diberi vaksin," terangnya.

Lebih lanjut, Prof Hindra menyarankan jika anak mengalami reaksi demam, segera meminum obat dan air putih. Jika terasa nyeri di tempat suntikan, bisa dikompres dengan air dingin.

Apabila demam tak kunjung reda, setelah 48 jam vaksinasi, keluhan tidak berkurang, harap menghubungi nomor kontak yang disediakan petugas kesehatan setelah menerima vaksin COVID-19. Tertera di kartu vaksinasi COVID-19.



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)