Selasa, 25 Jan 2022 21:05 WIB

Sama-sama Mematikan, Ini Bedanya Serangan Jantung dan Henti Jantung

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sejumlah keluarga dan kerabat saat melayat di rumah duka Maura Magnalia Widyaratri anak dari Nurul Arifin di kediamannya di Puri Cinere, Depok, Selasa, (23/1). Puri Nurul Arifin meninggal karena henti jantung (Foto: Palevi/detikcom)
Jakarta -

Publik baru saja dikejutkan dengan berpulangnya Maura Magnalia, putri sulung dari artis senior Nurul Arifin. Ia dikabarkan meninggal dunia usai mengalami penyakit jantung.

"Mendadak (meninggalnya karena) jantung," kata Nurul Arifin, Selasa (25/01/2022).

Belakangan, suami Nurul Arifin, Mayong Suryolaksono menyebut Maura meninggal karena cardiac arrest atau henti jantung.

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Disebut berbahaya, karena penyakit ini bisa menyerang siapa saja secara mendadak hingga membuat pengidapnya meninggal dunia.

Ada berbagai jenis penyakit jantung di antaranya adalah henti jantung dan serangan jantung. Meski sama-sama merupakan jenis dari penyakit jantung, namun keduanya memiliki gejala yang berbeda.

Lalu, Apa Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung?

Perbedaan serangan jantung dan henti jantung ini pun dijelaskan oleh spesialis jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay. Berikut informasinya:

Henti Jantung

Menurut dr Vito, henti jantung atau cardiac arrest adalah kondisi ketika jantung berhenti bekerja sebagai pompa darah yang efektif. Jadi, ketika jantung hanya bergetar dan tidak memompa, misalnya karena adanya aritmia, maka jantung tidak berfungsi sebagaimana seharusnya.

"Penyebab paling sering dari henti jantung mendadak adalah serangan jantung sehingga kedua ini sering disamakan oleh masyarakat," tuturnya kepada detikcom.

Meski tiap orang memiliki gejala serangan jantung yang berbeda-beda, berikut gejala umum seseorang yang mengalami henti jantung, dikutip dari Mayo Clinic:

  • Tidak bernapas
  • Hilang Kesadaran
  • Tidak ada detak

Ada juga gejala lain yang terjadi sebelum terjadi henti jantung

  • Ketidaknyamanan di dada
  • Sesak napas
  • Lemas
  • Jantung berdebar cepat

Serangan Jantung

Sementara itu, serangan jantung atau heart attack dapat terjadi saat gangguan aliran pembuluh darah tiba-tiba tersumbat akibat pembekuan darah. Salah satu komplikasi dari kondisi ini adalah henti jantung.

"Serangan jantung bisa menyebabkan henti jantung dan gagal jantung sekaligus," ucap dr Vito A Damay.

Dikutip dari ABC Australia, berikut gejala dari serangan jantung yang kerap dialami oleh pengidapnya:

  • Merasa sesak di dada dan kian memburuk
  • Nyeri di bahu atau lengan
  • Sakit di area rahang dan leher
  • Kesulitan bernapas secara tiba-tiba
  • Mual.



Simak Video "Kenali Gagal Jantung Sejak Dini, Apa Sih Penyebabnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)