Egg Freezing Lagi Tren, Berapa Sih Peluang Hamil dan Biayanya?

ADVERTISEMENT

Egg Freezing Lagi Tren, Berapa Sih Peluang Hamil dan Biayanya?

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Selasa, 25 Jan 2022 22:10 WIB
collage, idea of hope for a baby during artificial insemination in laboratory..
Pembekuan sel telur, berapa biaya dan peluang hamilnya? (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Pembekuan sel telur atau Egg freezing tengah populer akhir-akhir ini. Prosedur tersebut dilakukan untuk bisa punya anak dengan hamil di lain waktu.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan, dr Benediktus Arifin, MPH, SpOG, egg freezing atau egg banking adalah proses pembekuan sel telur. Metodenya ini mirip dengan prosedur yang dilakukan di In Vitro Fertilisation (IVF) atau bayi tabung.

"Sebenarnya egg bangking ini adalah proses di mana sel telur wanita yang sudah kita ambil, kemudian kita freezing atau disimpan," kata dokter yang akrab disapa Benny ini kepada HaiBunda, Rabu (19/1/22).

"Ini mirip bayi tabung. Perbedaan utamanya adalah kalau di bayi tabung, sel telur ditemukan dengan sel sperma menjadi embrio dan kemungkinan embrio itu ditanam atau disimpan. (Di egg banking) Kita ambil sel telur, langsung di-freezing atau simpan," sambungnya.

Ada tiga tahap dalam proses egg freezing, yaitu stimulasi (menumbuhkan folikel), ovum pick up (pengambilan sel telur), dan proses pembekuan sel telur. Tahapan stimulasi dan ovum pick up sama dengan program di bayi tabung.

Benny mengatakan, egg bangking umumnya dilakukan pada tiga indikasi, yaitu kondisi darurat bila sperma tidak bisa bisa dikeluarkan suami pada proses bayi tabung, wanita tengah menjalani kemoterapi, atau ingin menunda kehamilan.

"Misalnya usia 38 tahun, tapi belum mau punya anak dulu. Ini bisa melakukan egg banking, tapi tentu nantinya sel telur ini harus dipertemukan sel sperma suami yang sah ya," jelas Benny.

Egg freezing mulai populer di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, sebab salah satu artis terkenal Luna Maya baru-baru ini mengungkapkan dirinya telah melakukan prosedur tersebut.

Bila ingin melakukan egg freezing atau egg banking, sebaiknya pahami dulu aturannya di Indonesia. Selain sel telur harus dipertemukan dengan sel sperma suami, egg banking tidak boleh didonorkan.

"Menjadi catatan, egg banking ini tidak boleh didonorkan karena di Indonesia ini belum diperbolehkan. Selain itu, sel telur harus dipertemukan dengan sel sperma suami yang sah. Indikasi ini harus dipertimbangkan," ungkap dokter dari Morula IVF Surabaya ini.

Lama penyimpanan sel telur dari egg banking juga sama seperti program bayi tabung. Waktunya masih belum ada batasan.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Siap-siap Biaya Segini Jika Ingin Lakukan Pembekuan Sel Telur!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT