Rabu, 26 Jan 2022 11:00 WIB

Pakar Sebut Vaksin Pfizer Juga Butuh Booster, Efek Turun Drastis dalam 6 Bulan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sejumlah warga mendatangi GOR Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (11/8/2021). Memanfaatkan hari libur nasional warga berbondong-bondong mendatangi sentra vaksinasi. Penjelasan pakar perihal penurunan perlindungan dua dosis vaksin COVID-19. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Seiring naiknya COVID-19 RI akibat varian Omicron, vaksinasi COVID-19 booster kini digencarkan menyasar prioritas lansia dan pengidap komorbid. Tegaskan pentingnya suntikan booster, pakar menyebut perlindungan dari dua dosis vaksin COVID-19 bisa menurun hingga tinggal tersisa dua persen.

Kepala Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman, Wien Kusharyoto, menjelaskan seiring berjalannya waktu, vaksin COVID-19 Pfizer mengalami penurunan tingkat perlindungan hingga tersisa dua persen setelah suntikan dua dosis.

Namun setelah penerima vaksin disuntik booster atau dosis lanjutan, perlindungan meningkat kembali hingga 63 persen.

"BioNtech atau Pfizer terdapat penurunan risiko masuk rumah sakit penularan risikonya seiring berjalannya waktu setelah vaksinasi boleh dikatakan cukup drastis tinggal dua persen setelah lebih dari enam bulan setelah vaksinasi, jadi tinggal dua persen perlindungannya," ujarnya dalam konferensi pers bertajuk 'Riset Pengembangan Vaksin Covid-19 Untuk Indonesia Pulih Bersama Bangkit Perkasa', Rabu (26/1/2022).

"Namun ketika booster, peningkatannya cukup signifikan. Artinya, efektivitas booster kemudian mampu memberikan perlindungan sekitar 63 persen. Efektivitasnya sekarang kira-kira sebesar 63 persen," sambungnya.

Menurutnya, perlindungan dari vaksin COVID-19 booster pun bisa menurun dalam hitungan waktu beberapa bulan. Akan tetapi, penurunannya lebih baik dibandingkan hanya dua dosis vaksin COVID-19.

"Moderna atau Pfizer ini (efektivitasnya) sekitar 94 persen. Namun sekali lagi booster seiring berjalannya waktu akan berkurang efektivitasnya setelah kira-kira 2,5 bulan setelah pemberian booster efektivitasnya turun atau kemungkinan besar penularannya lebih landai dibandingkan penurunan perlindungan setelah vaksinasi tahap kedua," pungkas Wien.



Simak Video "CDC AS: Booster Covid-19 Bantu Lindungi dari Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)