Rabu, 26 Jan 2022 08:30 WIB

Gejala Omicron dan Flu Biasa Memang Mirip Sih, tapi Ini Wanti-wanti Pakar

Vidya Pinandhita - detikHealth
gejala omicron Wanti-wanti pakar perihal gejala infeksi Omicron sangat mirip flu biasa. Foto: infografis detikHealth
Jakarta -

Gejala infeksi varian Omicron diyakini amat mirip dengan flu biasa. Namun begitu, pakar menegaskan perlakuan terhadap kedua jenis penyakit ini tak boleh disamakan. Bagaimana perbedaannya?

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan membenarkan gejala Omicron memang mirip dengan pilek biasa. Di antaranya yakni batuk-pilek dan hidung meler.

"Gejalanya mirip memang dengan batuk pilek (seperti) hidung tersumbat, kemudian cairan di hidung atau meler, dan juga rasa lesu, lemah, demikian kadang demam ini mirip flu biasa," terangnya dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Perkembangan Terkini kasus COVID-19 varian Omicron', Senin (24/1/2022).

"Tapi khusus Omicron terutama kalau dia lanjut usia, orang dengan penyakit komorbid atau penyerta, anak-anak, perlu perhatian khusus. Kalau derajat beratnya penyakit itu bukan ringan, maka sebaiknya dirawat," sambungnya.

Namun meski gejalanya amat mirip, dr Erlina menegaskan, perlakuan terhadap COVID-19 Omicron dan flu biasa tidak bisa disamakan. Berbeda dari flu yang selama ini dianggap 'biasa saja' oleh masyarakat, infeksi Omicron adalah varian Corona, layaknya varian Corona lainnya. Bahkan, diketahui menular lebih cepat dibanding varian Corona lainnya.

"Saya agak mengkhawatirkan kalau narasi dikatakan persis seperti flu ini menjadi pendapat masyarakat, kenapa? Selama ini masyarakat menganggap flu itu hal biasa tidak perlu perlakuan apa-apa. Padahal kalau flu gejala flu pada Omicron, itu harus ada perlakuan khusus. Contohnya pakai masker, kemudian kalau isolasi mandiri di rumah itu tidak dilakukan flu biasa," bebernya.

Mengingat varian Omicron disebut-sebut menimbulkan gejala lebih ringan, dr Erlina mengingatkan tetap adanya risiko gejala berat hingga kematian khususnya pada kelompok paling rentan seperti lansia, pengidap komorbid, dan anak-anak. Terlebih, Kementerian Kesehatan RI belum lama ini melaporkan 2 kasus kematian pasien COVID-19 Omicron RI.

"(Pada penyakit flu) Orang leluasa tetap ke sekolah, bekerja, ke toko, ke mal, naik bus tanpa masker. Orang flu biasa tanpa masker, tapi ini berbeda dengan Omicron. Apalagi mudah menular dan bisa berat juga seperti dua orang yang kemudian meninggal itu," jelas dr Erlina.

"Setuju bahwa gejalanya mirip flu, tapi perlakuannya berbeda sedikit terutama dari upaya pencegahan penularannya," pungkasnya.



Simak Video "Beda Tipis Perbandingan Gejala Omicron dan Flu Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)