Rabu, 26 Jan 2022 06:46 WIB

Round Up

Tak Boleh Samakan Omicron dengan Flu Meski Gejala Mirip! Ini Lho Alasannya

Vidya Pinandhita - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Virus Corona (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Meski sudah ada 2 kasus meninggal dunia, gejala ringan seperti batuk pilek masih mendominasi pada 1.600 lebih kasus varian Omicron di Indonesia. Banyak yang menyebut, gejala varian Omicron relatif lebih ringan dibanding varian lain dan bisa dibilang mirip flu biasa.

Hal ini diakui oleh Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan. Menurutnya, anggapan bahwa gejala Omicron mirip flu biasa memang ada benarnya.

"Gejalanya mirip memang (dengan flu biasa) batuk, pilek, hidung tersumbat kemudian cairan di hidung atau meler, dan juga rasa lesu, lemah, demikian kadang demam, ini mirip flu biasa," kata dr Erlina, Senin (24/1/2022).

Namun demikian, dr Erlina mengingatkan bahwa varian ini bisa berdampak serius pada kelompok tertentu. Dengan kondisi daya tahan tubuh yang lebih rendah, varian ini bisa memberikan dampak lebih berat dan bahkan membutuhkan perawatan.

"Tapi khusus Omicron, terutama untuk lanjut usia, orang dengan penyakit komorbid atau penyerta, dan anak-anak memerlukan perhatian khusus. Kalau derajat berat penyakit itu bukan ringan, maka sebaiknya dirawat," terang dr Erlina.

Narasi yang menyamakan varian Omicron dengan flu biasa dinilai dr Erlina berbahaya karena bikin lengah. Dalam keseharian, flu biasa telanjur disepelekan sehingga protokol kesehatan tidak pernah diterapkan dengan baik untuk mencegah penularannya.

"Saya mengkhawatirkan kalau narasi dikatakan persis seperti flu, ini menjadi pendapat masyarakat, kenapa? Selama ini masyarakat menganggap flu itu hal biasa yang tidak perlu perlakuan apa-apa," beber dr Erlina.



Simak Video "Gejala Covid-19 yang Dialami Pasien Omicron di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)