Selasa, 25 Jan 2022 07:15 WIB

Gejala Omicron Mirip Flu, Terus Kenapa Panik? Ternyata Ini Ancaman Sebenarnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus Omicron di Indonesia pertama kali terdeteksi Rabu (15/12). Varian Omicron pun pertama kali dijumpai di Wisma Atlet. Bagaimana deretan fakta terbarunya? Penjelasan pakar perihal miripnya gejala infeksi Omicron vs flu biasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Gejala infeksi varian Omicron diketahui amat mirip dengan flu biasa. Namun meski relatif lebih ringan dibanding gejala akibat varian Corona lainnya, hal tersebut tak sepenuhnya menjadi kabar baik menurut para pakar. Mengapa demikian?

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) membenarkan miripnya gejala Omicron dengan flu biasa. Akan tetapi ditegaskan, infeksi Omicron tak bisa disepelekan sebagaimana masyarakat menganggap biasa flu selama ini. Pasalnya, seperti varian Corona lainnya, Omicron bisa menyebabkan perburukan gejala hingga risiko kematian sebagaimana yang dialami dua pasien COVID-19 Omicron RI baru-baru ini.

"Gejalanya mirip memang (dengan flu biasa) batuk, pilek, hidung tersumbat kemudian cairan di hidung atau meler, dan juga rasa lesu, lemah, demikian kadang demam, ini mirip flu biasa," kata Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat PDPI dr Erlina Burhan dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Perkembangan Terkini kasus COVID-19 varian Omicron', Senin (24/1/2022).

"Tapi khusus Omicron, terutama untuk lanjut usia, orang dengan penyakit komorbid atau penyerta, dan anak-anak memerlukan perhatian khusus. Kalau derajat berat penyakit itu bukan ringan, maka sebaiknya dirawat," lanjutnya.

Ini yang dikhawatirkan pakar

Lantaran Omicron adalah salah satu varian virus Corona, dr Erlina menegaskan langkah-langkah pencegahan penularannya tidak bisa disamakan dengan perlakuan masyarakat pada flu biasa. Ia khawatir, dengan pemahaman bahwa gejala Omicron mirip dengan ringannya flu biasa, masyarakat menjadi lengah dan memperlakukan infeksi Omicron seperti flu biasa yang minim penerapan protokol kesehatan.

"Saya mengkhawatirkan kalau narasi dikatakan persis seperti flu, ini menjadi pendapat masyarakat, kenapa? Selama ini masyarakat menganggap flu itu hal biasa yang tidak perlu perlakuan apa-apa," beber dr Erlina.

"Padahal kalau flu gejala flu pada Omicron ini harus ada perlakuan khusus contohnya pakai masker, kemudian kalau isolasi mandiri di rumah itu tidak dilakukan flu biasa. Tetap leluasa bekerja, ke toko, ke mal, naik bus tanpa masker. Orang flu biasa tanpa masker tapi ini berbeda dengan Omicron. Mudah menular dan bisa berat juga seperti dua orang yang kemudian meninggal itu," pungkasnya.



Simak Video "Omicron Masuk RI, Ketua Satgas IDI Singgung Karantina 'Rp 40 Juta'"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)