Rabu, 26 Jan 2022 12:52 WIB

Kemenkes Bawa Kabar Baik soal Omicron! Melegakan Sih, Tetapi Tetap Waspada

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus Omicron di Indonesia pertama kali terdeteksi Rabu (15/12). Varian Omicron pun pertama kali dijumpai di Wisma Atlet. Bagaimana deretan fakta terbarunya? Omicron di Indonesia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov)
Jakarta -

Laporan dua pasien Omicron meninggal dunia per Sabtu (22/1) lalu, memicu kekhawatiran varian ini sebenarnya tidak bergejala ringan. Terlebih, salah satu kasus Omicron yang meninggal dunia sudah divaksinasi lengkap.

Namun, Kementerian Kesehatan RI menegaskan kasus Omicron yang dilaporkan masih didominasi tanpa gejala. Dari total 1.766 kasus Omicron per Rabu (26/1), sekitar 80 persen pasien positif COVID-19 tanpa gejala.

"Sebagian besar tidak bergejala, 85 persen," tutur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi, kepada detikcom Rabu (26/1/2022).

Data itu sejalan dengan fakta 90 persen dari kasus Omicron Indonesia sudah divaksinasi lengkap atau menerima dua dosis vaksin COVID-19. Artinya, risiko bergejala sedang hingga berat akibat Omicron relatif kecil.

"Rata-rata (pasien Omicron) sudah vaksin lengkap, 90 persen dari kasus," sambung dr Nadia.

Meski begitu, dr Nadia meminta masyarakat untuk mewaspadai gejala COVID-19 seperti batuk dan pilek yang kerap tak disadari sebagai pertanda awal terpapar Omicron. Jika mengeluhkan gejala tersebut, disarankan untuk segera menjalani tes COVID-19 dan isolasi mandiri jika hasilnya positif.

Bila menjalani tes COVID-19 di lab yang terafiliasi dengan Kemenkes RI, pasien Omicron khusus Jabodetabek bisa mendapat obat gratis melalui layanan telemedicine yang bisa diakses di 17 platform. Ada dua paket terpisah yang disediakan pemerintah, khusus hanya bagi pasien bergejala ringan dan tanpa gejala.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)