Belajar dari Jerome Polin, Ini Manfaat Tak Ragu Minta Maaf Usai Dikritik

ADVERTISEMENT

Belajar dari Jerome Polin, Ini Manfaat Tak Ragu Minta Maaf Usai Dikritik

Ayunda Septiani - detikHealth
Rabu, 26 Jan 2022 14:04 WIB
Galeri Foto Jerome Polin
Foto: Instagram/jeromepolin
Jakarta -

Belum lama ini YouTuber Jerome Polin menjadi perbincangan warga Twitter setelah cuitannya dianggap meremehkan pebalap Indonesia.

Cuitannya juga mendapatkan respons dari warganet yang menyebut Jerome tidak sopan sekaligus kurangnya untuk meriset terlebih dahulu. Pebalap mobil Formula 2 Indonesia, Sean Gelael juga ikut merespons cuitan yang diposting oleh Jerome.

"Orang-orang berpengaruh perlu berpikir lebih daripada mencoba mendapatkan views atau likes. Jerome Polin, kita sudah kibarkan Merah Putih da mengharumkan nama bangsa," tulis Sean via Instagram Story akun @gelaelized, seperti dilihat detikcom, Rabu (26/1/2022).

Sadar akan kesalahannya, Jerome Polin langsung memberikan respons atas semua kritikan yang ditujukan untuknya. Ia menyatakan permintaan maaf sekaligus berjanji akan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk ke depannya.

Ini pentingnya tak ragu meminta maaf setelah melakukan kesalahan

Dikutip dari laman Psychology Today, siapa saja bisa membuat kesalahan namun tidak banyak dari mereka yang bersedia untuk meminta maaf.

Seorang psikiater di Baryy University Ilene Cohen menyebutkan, mengakui kesalahan dan kekurangan membutuhkan banyak kekuatan dan kesadaran diri.

"Permintaan maaf memiliki kekuatan untuk menciptakan pengampunan, penerimaan, dan peningkatan keintiman di antara orang-orang," katanya.

Sayangnya, kebanyakan orang cenderung menjadi defensif dan marah ketika orang lain memberitahu kita bahwa perkataan atau perbuatan kita menyinggung mereka. Sebagian besar dari kita tidak pernah belajar bagaimana meminta maaf atau seberapa kuat dampaknya.

Permintaan maaf yang tulus membutuhkan empati, keamanan, dan kekuatan untuk mengakui kesalahan dan kelemahan dari diri kita. Banyak yang terlena dengan pengalaman subjektif dan kebutuhannya untuk menjadi sempurna sehingga sulit mengakui kesalahannya. Padahal, permintaan maaf yang tidak terucapkan akan membuat hubungan dan citra diri menjadi rusak sekaligus memicu kebencian.

Cohen menjelaskan, permintaan maaf sangat perlu dilakukan dan dikatakan jika kita melakukan kesalahan, sengaja atau tidak. Kita tidak perlu merasa malu dan ragu karena berani mengucapkan permintaan maaf.

Meminta maaf merupakan tindakan keberanian sejati, karena risiko mengalami tekanan emosional rasa malu dan risiko penghinaan, penolakan, dan pembalasan. Semua dimensi permintaan maaf ini membutuhkan kekuatan karakter, termasuk keyakinan bahwa meskipun mengekspos bagian diri yang rentan, kita masih orang baik.

Simak Video 'Jerome Polin Minta Maaf ke Sean Gelael Soal Twitnyal':

[Gambas:Video 20detik]




(ayd/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT