Kamis, 27 Jan 2022 06:24 WIB

Round Up

Ngegas 1.600-an Sejak Awal Tahun, Begini Perkembangan Kasus Omicron RI

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis Perkembangan Omicron di Indonesia (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Hingga Rabu (26/1/2022), jumlah kasus varian Omicron di Indonesia telah mencapai 1.766. Bertambah 1.600-an lebih sejak awal tahun, naik drastis dibandingkan penambahan 136 kasus selama Desember 2021.

Pesatnya penambahan kasus varian Omicron membuat Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin harus mengubah kebijakan. Jika sebelumnya konfirmasi kasus dilakukan dengan Whole Genome Sequencing (WGS), ke depan tidak semua kasus akan diperiksa dengan metode tersebut karena akan sangat memakan waktu.

"Untuk tracing kasus kita akan menggunakan PCR yang lebih cepat dengan SGTF yang bisa mendeteksi Omicron," kata Menkes beberapa waktu lalu.

SGTF merupakan sebuah reagen khusus untuk tes PCR (polymerase chain reaction), singkatan dari S-gene Target Failure. Dibanding varian COVID-19 lain, varian Omicron memiliki kekhasan yakni tidak memiliki komponen yang dinamakan S-gene. Karenanya, hasil positif pada tes PCR-SGTF diyakini sebagai kasus probable Omicron.

Varian Omicron sendiri pertama kali terdeteksi di Indonesia pada 15 Desember 2021 pada seorang petugas kebersihan di RSDC Wisma Atlet. Sejak saat itu, jumlah kasusnya terus melonjak dengan didominasi oleh kasus impor dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Kasus transmisi lokal pertama di luar lingkungan RSDC Wisma Atlet terkonfirmasi pada 26 Desember 2021 pada seorang pria asal Medan yang sedang ada di Jakarta. Selama di Jakarta, pasien sempat mengunjungi beberapa tempat termasuk salah satu Mall di SCBD, Jakarta Selatan.

Berikut riwayat penambahan kasus Omicron sejak pertama kali terdeteksi.

26 Januari 2022

Jumlah kasus naik 140 dalam 4 hari. Total mencapai 1.766 kasus, terdiri dari 1.066 kasus PPLN dan 449 transmisi lokal. Sebanyak 251 kasus masih dalam penyelidikan epidemiologis. Sebanyak 2 kasus meninggal dunia diumumkan pada 24 Januari 2022.

24 Januari 2022

Jumlah kasus meroket 465 kasus hanya dalam 2 hari. Total mencapai 1.626 kasus, terdiri dari 1.019 kasus PPLN dan 369 kasus transmisi lokal.

22 Januari 2022

Jumlah kasus naik 279 kasus dalam 3 hari. Total kasus menjadi 1.161, terdiri dari 831 kasus PPLN dan 282 transmisi lokal.

19 Januari 2022

Naik 42 kasus dalam sehari. Total kasus 882, 649 kasus PPLN dan 174 kasus transmisi lokal. Sebanyak 59 kasus dalam penyelidikan epidemiologis.

18 Januari 2022

Naik 92 kasus dalam 2 hari. Total mencapai 840 kasus, 609 kasus PPLN dan 174 kasus transmisi lokal. Sebanyak 57 kasus masih dalam penyelidikan.

16 Januari 2022

Naik 176 kasus dalam 2 hari. Total mencapai 748 kasus, 569 kasus PPLN dan 155 transmisi lokal.

14 Januari 2022

Naik 66 kasus dalam 2 hari. Total 572 kasus varian Omicron.

12 Januari 2022

Naik 92 kaus dalam 2 hari. Total 506 kasus, 415 kasus PPLN dan 84 transmisi lokal.

10 Januari 2022

Naik 96 kasus dalam 3 hari. Total 414 kasus.

7 Januari 2022

Naik 64 kasus dalam 3 hari. Total 318 kasus, 295 kasus PPLN dan 23 transmisi lokal.

4 Januari 2022

Naik 102 kasus dalam sehari. Total 254 kasus, 239 kasus PPLN dan 15 transmisi lokal.

3 Januari 2022

Naik 16 kasus dalam 2 hari. Total 152 kasus.

1 Januari 2022

Naik 2 kali lipat dalam 3 hari. Total 136 kasus.

Tercatat 136 kasus sepanjang 2021. Riwayat selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Satgas Laporkan Tingkat Kepatuhan Prokes Warga Masih Naik-Turun"
[Gambas:Video 20detik]