Kamis, 27 Jan 2022 10:04 WIB

Sinovac hingga Moderna Ramai-ramai Bikin Vaksin Spesifik Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas menyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis tiga kepada relawan di Graha Wana Bhaktiyasa, Yogyakarta, Selasa (30/11/2021). Sejumlah relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah D. I. Yogyakarta mengikuti vaksinasi massal Covid-19 dosis tiga di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta. Vaksinasi Covid-19 dosis tiga atau vaksin booster untuk relawan ini menggunakan vaksin moderna. Program vaksin booster diselenggara selama tiga hari. Vaksin Moderna. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Ada tiga perusahaan farmasi asal Amerika Serikat hingga China yang bakal merilis vaksin COVID-19 khusus melawan Omicron. Hal ini dikarenakan efektivitas vaksin yang tersedia saat ini menurun saat menghadapi varian baru Corona yang diyakini lebih mudah menular ketimbang varian terdahulunya.

Teranyar, kabar dari Moderna. Efektivitas dua dosis vaksin COVID-19 Moderna menurut riset baru menurun dalam enam bulan. Penurunan lebih cepat terjadi ketika 'diserang' varian Omicron.

Moderna

Dalam pernyataan resmi Rabu lalu, Moderna mengumumkan sudah ada peserta pertama yang diberikan dosis dalam uji klinis Fase II suntikan booster vaksin untuk Omicron.

Moderna bakal melanjutkan uji coba ke fase berikutnya ketika penelitian yang diterbitkan Rabu di New England Journal of Medicine menemukan dosis booster vaksin tetap tahan lama terhadap varian Omicron, tetapi menunjukkan tanda-tanda memudarnya perlindungan antibodi.

"Kami diyakinkan oleh persistensi antibodi terhadap Omicron dalam enam bulan setelah booster mRNA-1273 50 g resmi saat ini. Meskipun demikian, mengingat ancaman jangka panjang yang ditunjukkan oleh lolosnya kekebalan Omicron, kami memajukan kandidat penguat vaksin varian spesifik Omicron kami. Kami senang memulai bagian dari studi Fase 2 kami ini," kata CEO St├ęphane Bancel dalam rilis berita.

"Kami juga mengevaluasi apakah akan memasukkan kandidat khusus Omicron ini dalam program booster multivalen kami," sembari mengatakan ada 600 orang yang bakal terlibat dalam uji klinis, berlangsung di 24 lokasi Amerika Serikat.

Pfizer

Pembuat vaksin mRNA COVID-19 lainnya, yakni Pfizer and BioNTech juga telah memulai uji coba vaksin spesifik Omicron mereka sendiri. Riset tersebut akan menganalisis keamanan vaksin dan tingkat respons imun yang bisa muncul usai divaksinasi Pfizer khusus Omicron.

Nantinya, vaksin bisa diberikan dalam bentuk vaksin primer maupun booster, khusus usia 18 hingga 55 tahun. Ada 1.420 orang dewasa yang mengikuti uji klinis tersebut.

Studi ini dibagi menjadi tiga kelompok. Peserta dalam kelompok pertama telah menerima dua dosis vaksin Pfizer COVID-19 saat ini setidaknya 90 hingga 180 hari sebelum penelitian. Mereka akan menerima satu atau dua dosis vaksin khusus Omicron.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]