Kamis, 27 Jan 2022 15:02 WIB

BOR RS DKI 45 Persen, Ini Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Isolasi di RS

Firdaus Anwar - detikHealth
Jakarta -

Tingkat keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit (RS) DKI Jakarta telah mencapai 45 persen. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan untuk saat ini kondisinya masih terkendali.

"Jadi saat ini di angka keterisian 45 persen relatif kondisinya masih cukup bisa kendalikan di dalam lingkungan faskes untuk kasus yang perlu perawatan. Untuk ICU masih oke, keterisian ICU di 14 persen," jelasnya pada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Kasus aktif COVID-19 di Indonesia hingga hari Rabu (26/1), tercatat ada 29.277. Dari jumlah tersebut sebanyak 14.093 di antaranya berasal dari DKI Jakarta.

Tidak semua kasus aktif tersebut menjalani isolasi di RS. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529) hanya pasien dengan kriteria tertentu saja yang bisa ditangani RS.

  • Untuk kasus konfirmasi COVID-19 varian Omicron dengan gejala berat hingga kritis.
  • Untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang memiliki gejala sedang atau berat
  • Untuk kasus dengan gejala sedang atau ringan, namun disertai komorbid yang tidak terkontrol

Sementara untuk para pasien Omicron lain yang memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, maka isolasi dilakukan mandiri. Syarat-syarat melakukan isolasi mandiri adalah:

a.) Syarat klinis dan perilaku

  1. Usia di bawah 45 tahun
  2. Tidak memiliki komorbid
  3. Dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya
  4. berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar

b.) Syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya

  1. Dapat tinggal di kamar terpisah, lebih baik lagi jika lantai terpisah
  2. Ada kamar mandi di dalam rumah yang terpisah dengan penghuni rumah lainnya
  3. Dapat mengakses pulse oksimeter
(fds/up)