Kamis, 27 Jan 2022 16:09 WIB

Omicron RI Nyaris 2 Ribu Kasus, Ini Status Vaksinasi dan Gejalanya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis Omicron Indonesia nyaris tembus 2 ribu kasus. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Omicron di Indonesia nyaris 2 ribu kasus. Dari total 1.998 kasus positif Omicron, sekitar 40 persen di antaranya sudah divaksinasi lengkap.

Meski terpapar Omicron, sebagian besar yang sudah mendapat vaksinasi COVID-19 lengkap hanya mengeluhkan gejala ringan atau positif COVID-19 tanpa gejala. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi, gejala umum yang dikeluhkan yakni batuk dan pilek.

"Sebenarnya kalau sudah divaksinasi kan gejalanya ringan atau tanpa gejala," tutur dr Nadia beberapa waktu lalu.

Gejala

Gejala utama atau entry point Omicron pada pasien yang dirawat di RSUP Persahabatan juga terbilang ringan. Berbeda dengan pasien COVID-19 Delta yang banyak mengeluhkan demam, hanya sedikit pasien Omicron yang mengeluhkan gejala COVID-19 tersebut.

"Ternyata sekarang batuk merupakan entry point-nya. Dulu Delta 80 persen demam, ini gejala terbanyak pasien Omicron batuk kering," beber dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan.

Memang seberapa banyak sih pasien Omicron yang sudah divaksinasi dan belum divaksinasi?

Berdasarkan laporan Kemenkes RI terbaru, kasus pasien Omicron banyak dilaporkan pada mereka yang sudah menjalani vaksinasi lengkap.

Berikut detail status vaksinasi

  • Vaksinasi lengkap: 47,5 persen
  • Belum tahu status vaksinasi: 45,9 persen
  • Belum vaksinasi: 4,4 persen
  • Vaksinasi tidak lengkap: 2,2 persen


Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)