Jumat, 28 Jan 2022 11:30 WIB

Picu Gejala Parah, Ini Komorbid Pasien Omicron yang Perlu Diwaspadai

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Komorbid perparah gejala COVID-19. (Foto: iStock)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap sudah ada tiga pasien COVID-19 Omicron yang meninggal. Ketiga pasien tersebut memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang memperberat kondisi mereka.

"Satu orang belum divaksin sama sekali, jadi kesimpulannya ya supaya disalurkan ke masyarakat yuk cepat-cepat vaksin," pesan dia dalam konferensi pers Kamis (27/1/2022).

Alasan komorbid memperparah COVID-19 karena orang dengan penyakit penyerta memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah daripada mereka yang tidak. Pengidap komorbid juga mungkin sudah mengalami komplikasi atau kerusakan organ akibat penyakit yang diidapnya selama ini.

Rincian komorbid pasien meninggal Omicron

1. Pasien laki-laki 64 tahun, memiliki komorbid gagal jantung, diabetes melitus, gagal ginjal akut. Belum divaksinasi. Meninggal 12 Januari 2022.

2. Pasien usia 54 tahun memiliki obesitas, diabetes melitus, dan hipertensi. Sudah divaksinasi dua kali. Meninggal 22 Januari 2022.

3. Pasien usia 78 tahun memiliki komorbid penyakit jantung, sudah divaksinasi booster. Meninggal 20 Januari 2022.

Komorbid pasien Omicron yang perlu diwaspadai:

1. Penyakit jantung

Penyakit jantung dapat membuat orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala parah bahkan kematian. Kondisi sakit jantung meliputi gagal jantung, penyakit arteri koroner, kardiomiopati, dan tekanan darah tinggi.

2. Obesitas

Kelebihan berat badan dan obesitas membuat seseorang lebih mungkin mengalami gejala COVID-19 yang parah. Obesitas membuat metabolisme tubuh melemah sehingga sulit melawan virus.

Terlebih mereka yang mengidap obesitas juga kerap memiliki riwayat penyakit lain seperti diabetes dan hipertensi.

3. Hipertensi

Data dari studi tahun 2020 yang dimuat dalam Nature Public Health Emergency Collection menunjukkan dari 1.700 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan gejala berat, 15,8 persen di antaranya mengalami hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko menyebabkan kerusakan organ, seperti jantung dan ginjal.Saat terserang COVID-19. Tubuh yang seharusnya fokus pada perlawanan infeksi virus akhirnya harus terpecah untuk jantung dan ginjal yang mungkin bermasalah.

4. Diabetes

Diabetes tipe 1 atau tipe 2 menjadi salah satu penyakit bawaan yang patut diwaspadai penderita COVID-19. Diabetes yang tidak terkontrol membuat daya tahan tubuh menurun. Sementara, daya tahan tubuh sangat diperlukan untuk melawan infeksi Corona.

5. Penyakit ginjal

Penyakit ginjal kronis juga menjadi salah satu penyakit bawaan yang dapat memperburuk gejala COVID-19. Menjalani dialisis, atau cuci darah, juga dapat menurunkan sistem imun tubuh. Akibatnya, tubuh jadi lebih sulit melawan infeksi jika terinfeksi COVID-19.

Lihat juga Video: Pasien Omicron Indonesia: 58% Tanpa Gejala, 37% Bergejala Ringan

[Gambas:Video 20detik]




(kna/up)