Kamis, 27 Jan 2022 07:30 WIB

COVID-19 RI Melonjak Gegara Omicron, Seampuh Apa Vaksin Booster Menangkalnya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksin booster COVID-19 mulai diberikan kepada para lansia di Sleman, Yogyakarta. Ratusan dosis vaksin booster tersebut diberikan secara gratis. Pentingnya vaksinasi COVID-19 booster untuk hadapi lonjakan kasus COVID-19 RI akibat Omicron. Foto: Pius Erlangga/detikcom
Jakarta -

Program vaksinasi COVID-19 booster kini digencarkan, menyasar prioritas kelompok lansia dan pengidap komorbid. Hal itu merupakan salah satu langkah menghadapi lonjakan kasus COVID-19 RI akibat cepatnya penyebaran varian Delta.

Kepala Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman, Wien Kusharyoto, menjelaskan menular varian Omicron memang dua kali lebih cepat dibanding varian Delta, varian Corona yang sempat memicu lonjakan kasus besar-besaran di Indonesia pada Juli 2021. Terlebih, dua dosis vaksinasi COVID-19 terbukti mengalami penurunan tingkat perlindungan dalam waktu hitungan bulan setelah suntikan dosis lengkap.

"Kemungkinan tertular oleh varian Omicron ini lebih tinggi dari varian Delta, hampir dua kali lipat lebih tinggi dari varian Delta. Seseorang sudah mendapat booster memang terjadi penurunan kemungkinan penularan karena Omicron," terangnya dalam konferensi pers 'Riset Pengembangan Vaksin COVID-19 untuk Indonesia Pulih Bersama Bangkit Perkasa', Rabu (26/1/2022).

"Namun sebagai varian, ini sebagaimana untuk booster masih mampu melindungi seseorang dari kemungkinan harus dirawat di rumah sakit atau diperparah oleh infeksi tersebut," sambungnya.

Booster sanggup tekan lonjakan kasus?

Wien menjelaskan, perlindungan dari hanya dua dosis vaksin COVID-19 menurun dalam waktu hitungan bulan. Misalnya Pfizer, dalam waktu lebih dari enam bulan setelah suntikan dosis kedua, perlindungannya bisa menurun hingga mencapai sisa dua persen.

Begitu pun booster bisa mengalami penurunan tingkat perlindungan. Akan tetapi, penurunannya tidak sebesar dua dosis suntikan vaksin COVID-19.

"Namun ketika booster, peningkatannya cukup signifikan. Artinya, efektivitas booster kemudian mampu memberikan perlindungan sekitar 63 persen. Efektivitasnya sekarang kira-kira sebesar 63 persen," terang Wien.

"Moderna atau Pfizer ini (efektivitasnya) sekitar 94 persen. Namun sekali lagi booster seiring berjalannya waktu akan berkurang efektivitasnya setelah kira-kira 2,5 bulan setelah pemberian booster efektivitasnya turun atau kemungkinan besar penularannya lebih landai dibandingkan penurunan perlindungan setelah vaksinasi tahap kedua," pungkasnya.



Simak Video "Omicron Masuk RI, Ketua Satgas IDI Singgung Karantina 'Rp 40 Juta'"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)