Sabtu, 29 Jan 2022 05:00 WIB

Meloxicam, Antiradang untuk Asam Urat: Dosis, Efek Samping, dan Interaksi Obat

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
ilustrasi obat Kenali serba-serbi obat meloxicam. Foto: iStock
Jakarta -

Meloxicam adalah obat untuk mengurangi rasa nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi. Biasanya, obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri akibat rheumatoid arthritis dan asam urat (gout).

Obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) atau non steroid anti inflamation drugs (NSAIDs) ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat kimia yang akan menyebabkan munculnya tanda nyeri hingga bengkak. Dengan begitu, rasa sakit akibat dari peradangan akan berkurang.

Meskipun bermanfaat untuk mengatasi rasa nyeri, bengkak, hingga asam urat, penggunaan obat ini pun juga tak boleh sembarangan. Pasalnya, meloxicam tergolong obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.

Dosis Obat Meloxicam

Dosis meloxicam akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi tubuh hingga usia pasien. Dikutip dari Rxlist, berikut aturan dosis obat meloxicam.

Dosis Osteoartritis untuk Dewasa

Dosis awal untuk orang dewasa adalah 7,5 mg per hari. Bisa juga ditingkatkan menjadi 15 mg per hari tergantung kondisi pasien.

Dosis Radang Sendi untuk Dewasa

Dosis oral awal untuk orang dewasa adalah 7,5 mg per hari. Namun, beberapa pasien mungkin menerima tambahan dosis menjadi 15 mg sekali per hari.

Dosis Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA) untuk Anak-anak

Dosis untuk anak-anak dengan berat badan 60 kg adalah 7,5 mg sekali per hari dan tidak lebih. Obat meloxicam tidak boleh digunakan untuk anak yang memiliki berat di bawah 60 kg.

Anjuran dosis harus tetap mengikuti saran dokter atau apoteker setempat. Penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan untuk menghindari overdosis.

Efek Samping Meloxicam

Selain manfaatnya yang begitu banyak untuk tubuh, meloxicam juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Dikutip dari Rxlist, berikut adalah efek samping yang tergolong umum:

  1. Sakit perut
  2. Mual
  3. Kantuk
  4. Diare
  5. Kembung
  6. Gas
  7. Pusing
  8. Kegugupan
  9. Sakit kepala
  10. Hidung meler atau tersumbat
  11. Sakit tenggorokan
  12. Ruam kulit

Efek samping yang tergolong serius dan membutuhkan penanganan dokter segera:

  1. Nyeri dada
  2. Kelemahan
  3. Sesak napas
  4. Masalah penglihatan dan keseimbangan
  5. Tinda berwarna hitam, berdarah, atau lembek
  6. Batuk berdarah atau muntah seperti bubuk kopi
  7. Pembengkakan atau penambahan berat badan

Interaksi Obat Meloxicam

Hati-hati menggunakan obat meloxicam jika sedang mengkonsumsi obat lain. Sebab, obat ini dapat menyebabkan sejumlah interaksi antarobat yang sangat berbahaya. Dikutip dari WebMD, berikut daftar obat yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat meloxicam:

  • Obat aliskiren
  • Obat penghambat ACE (kaptopril dan lisinopril)
  • Obat penghambat reseptor angiotensin II (losartan dan valsartan)
  • Obat cidofovir
  • Obat lithium
  • Obat metotreksat (pengobatan dosis tinggi)
  • Obat kencing (diuretik seperti furosemid)
  • Obat anti-platelet (clopidogrel)
  • Obat pengencer darah (dabigatran, enoxaparin, dan warfarin)

Sebelum minum obat meloxicam, wajib memberitahu dokter dan apoteker jika mengidap alergi terhadap meloxicam, aspirin, atau obat NSAID lainnya. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat, vitamin, suplemen nutrisi, dan produk herbal lainnya yang sedang dikonsumsi. Hal ini supaya dokter dapat menyesuaikan dosis dan memantau kondisi secara teliti dari berbagai efek samping.

Selain itu, beritahu dokter jika sedang mengalami kondisi tertentu, seperti mengidap asma, hamil, menyusui, atau habis melakukan operasi.



Simak Video "Dokter: Gejala Penyakit Pasca-Lebaran Biasanya Tidak Spesifik"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)