Sabtu, 29 Jan 2022 15:08 WIB

Kemenkes Ungkap Kondisi Kasus COVID-19 RI Vs Negara Tetangga

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Belakangan ini, penambahan kasus baru COVID-19 di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Per Jumat (28/1), kasus baru Corona mencapai 9.905 kasus.

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan penambahan kasus COVID-19 menjadi paling terkendali dibandingkan dengan lima negara lain di Asia. Beberapa negara tersebut yaitu India, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Ini dibuktikan dengan jumlah penambahan kasus yang tidak terlalu tinggi dari negara lain. Berikut perbandingan angka konfirmasi positif per 26 Januari 2022:

  • Indonesia: 13,27 per 1 juta penduduk
  • Singapura: 825,80 per 1 juta penduduk
  • Filipina: 233,71 per 1 juta penduduk
  • India: 220,71 per 1 juta penduduk
  • Malaysia: 121,19 per 1 juta penduduk
  • Thailand: 110,20 per 1 juta penduduk

Menurut juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, hal ini disebabkan upaya regulasi pencegahan penyebaran Corona yang dilakukan pemerintah Indonesia. Salah satunya dengan memberlakukan PPKM berlevel di setiap wilayah diiringi protokol kesehatan yang ketat.

"Upaya-upaya tersebut dilakukan secara konsisten dan dievaluasi secara rutin. Sehingga setiap ada penambahan kasus dengan jumlah sedikit maupun banyak langsung dilakukan tata laksana perawatan yang baik di rumah sakit," kata dr Nadia yang dikutip dari laman Sehat Negeriku, Sabtu (29/1/2022).

dr Nadia mengatakan, pemerintah telah menyediakan fasilitas di rumah sakit, terutama tempat tidur, secara maksimal. Diketahui jumlah tempat tidur perawatan yang disediakan Kemenkes berjumlah 120 ribu hingga 130 ribu.

Selain itu, Kemenkes juga menyediakan layanan telemedicine bagi para pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman). Mulai dari konsultasi hingga mendapatkan obat gratis.

"Kami selalu mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian jika tidak terlalu penting. Bahkan saat ini di tengah melandanya kasus varian Omicron kami selalu meminta kepada masyarakat untuk menunda perjalanan luar negeri karena penyebaran kasus varian tersebut banyak terjadi di luar negeri," jelasnya.



Simak Video "Kabar Baik! Selama Ramadan, Tren Covid-19 di Indonesia Terus Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)