Sabtu, 29 Jan 2022 21:26 WIB

Jahe Merah untuk Omicron, Ampuhkah?

Nada Zeitalini Arani - detikHealth
Ilustrasi Varian Omicron Foto: Shutterstock
Jakarta -

Varian baru Omicron diteliti memiliki tingkat penularan sangat cepat dan sulit dicegah atau dihindari. Kondisi tingginya tingkat penularan virus Omicron terlihat pada penambahan kasus COVID-19 di Inggris yang mencapai 70.000 kasus per hari dan kasus di Afrika Selatan yang melebihi gelombang tiga hingga 26.976 kasus.

Di Indonesia, perkembangan kasus COVID-19 varian Omicron (B.1.1.529) mencapai 1.665 kasus per Selasa, 25 Januari 2022. Varian Omicron di Indonesia ini bertambah sebanyak 259 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus Omicron di Indonesia ini tumbuh 137,86%.

Mengutip The Guardian, Sheena Cruickshanks seorang Profesor Imunologi di University of Manchester, untuk mengetahui bagaimana merawat sistem imun, seseorang harus memahami kekuatannya terlebih dahulu. Sistem imun memiliki titik buta yaitu saat respons imun tidak dapat mengenali virus atau kuman tertentu.

Berbicara imun, sebelumnya pada gelombang 1 dan 2 COVID-19 di Indonesia, jahe merah sempat dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh dari COVID-19. Jahe merah juga mengalami kelangkaan setelah merebaknya virus Corona.

Sehingga pada saat itu jahe merah susah dicari, dan harganya mahal. Di Tasikmalaya, kelangkaan jahe merah dijumpai di banyak pasar. Harga jahe merah saat ini dijual Rp 90 ribu per kg dari harga normal Rp 16 ribu per kg.

Namun apakah jahe merah masih tetap ampuh untuk Omicron?

Jahe merah biasa disebut juga dengan jahe sunti. Salah satu ciri fisik yang paling terlihat dari tanaman rempah satu ini adalah warnanya. Jahe merah atau yang memiliki nama latin Zingiber officinale var. rubrum mempunyai kulit rimpang yang berwarna hijau kemerahan dengan bagian dalam yang berwarna merah muda sampai kuning.

Jahe merah kerap dikonsumsi sebagai obat/jamu. Jahe jenis ini memiliki ciri-ciri seperti ukuran yang lebih kecil dan rasa yang lebih pedas. Tak hanya itu, warna merah yang timbul pada kulitnya terdiri dari kandungan antosianin yang sangat baik untuk tubuh. Berikut manfaat kesehatan dari jahe merah terhadap beberapa gejala COVID-19.

1. Sebagai Antimual dan Kembung

Jahe merah mengandung senyawa phenolic, zat yang berfungsi untuk meredakan gejala iritasi pada sistem pencernaan, mencegah kontraksi pada perut, dan memudahkan proses pencernaan. Selain itu, jahe merah mampu mengeluarkan gas berlebih yang ada di dalam tubuh.

2. Jahe Merah dapat Meredakan Batuk

Kandungan minyak atsiri dalam jahe merah baik untuk meredakan batuk pada anak sehingga tidak mengonsumsi obat-obatan kimia yang dapat berdampak buruk bagi tubuh dalam jangka panjang.

3. Jahe Merah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Jahe merah kaya akan gingerol yang menyebabkan rasa pedas ini berguna agar tubuh tidak mudah kedinginan, apalagi saat musim hujan. Rasa pedas tersebut juga dapat membantu tubuh untuk pulih dari pilek atau flu dan melindungi sistem pernapasan agar tetap sehat. Selain itu gingerol berfungsi sebagai imunomodulator, yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh melawan virus dan bakteri.

Bejo Jahe MerahFoto: Dok. Bejo Jahe Merah

Jahe merah sekarang sangat mudah didapat dan praktis. Cukup dengan minum BEJO Jahe Merah ataupun BEJO Sujamer yang merupakan minuman herbal dalam kemasan yang tentunya dibuat dari jahe merah pilihan yang berkualitas.

(ads/ads)