ADVERTISEMENT

Senin, 31 Jan 2022 12:05 WIB

Pelaku Modus 'Tabrak Lari' Ngaku untuk Terapi Metadon, Memangnya Bayar?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pelaku modus pura-pura jadi korban tabrak lari di Pasar Rebo, Jakarta Timur (Tangkapan Layar) Foto: Pelaku modus pura-pura jadi korban tabrak lari di Pasar Rebo, Jakarta Timur (Tangkapan Layar)
Jakarta -

Tersangka kasus pemerasan bermodus pura-pura pincang oleh AF (46) disebut dilakukan lantaran membutuhkan uang untuk membeli obat-obatan dan terapi yang dijalaninya. Disebutkan, AF adalah pengguna aktif heroin yang masih menjalani terapi perawatan.

"Tersangka sempat pergi ke RSKO di Cibubur. Terapi metadon, karena beliau yang bersangkutan adalah pernah pengguna aktif heroin atau putaw dan melakukan terapi sehingga memang membutuhkan obat. Alasan versi tersangka," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budhi Sartono.

Peneliti dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) dr Hari Nugroho mengatakan metadon digunakan sebagai terapi substitusi untuk mengatasi kecanduan narkoba. Ditujukannya bagi para pengguna opioid, khususnya di Indonesia, yang banyak digunakan untuk mereka yang kecanduan heroin.

Dijelaskan dr Hari, obat ini tidak memberikan efek adiksi atau tidak menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari. Namun memang penggunaannya harus rutin setiap hari.

"Terapi metadon itu seperti minum obat hipertensi, jadi minumnya setiap hari. kalau orang itu tidak bisa benar-benar lepas dari kecanduan obat, bisa berlangsung bertahun-tahun," kata dr Hari yang juga bertugas di BNN ini kepada detikcom, Senin (31/1/2022).

Untuk biaya, dr Hari mengatakan program terapi metadon masuk program pemerintah. Jadi, biayanya tidak dibebankan kepada pasien.

"Kalau di Indonesia, ini masuk program pemerintah, jadi ada namanya klinik metadon. Di RSKO juga ada metadon, di RS-RS Jakarta, Puskesmas juga sudah disediakan. Pasien paling bayar biaya pendaftaran aja," bebernya.



Simak Video "Penjelasan Dokter soal Coki Pardede Nyabu Lewat Anal Berisiko HIV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT