ADVERTISEMENT

Senin, 31 Jan 2022 20:28 WIB

Masuk Angin Tak Disebut, Luhut Sarankan Tes Jika Muncul Sederet Gejala Ini

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
ilustrasi kerokan Salah satu gejala Omicron disebut mirip masuk angin (Foto: iStock)
Jakarta -

Pemerintah menyebut, positivity rate COVID-19 meningkat dalam beberapa waktu belakangan ini. Salah satu penyebabnya adalah makin banyaknya pemeriksaan yang dilakukan sehingga temuan kasus meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, peningkatan positivity rate kini tidak hanya terjadi di DKI Jakarta. Beberapa wilayah di luar Jawa-Bali juga mengalami peningkatan.

"Untuk itu pemerintah terus menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu takut untuk segera melakukan pemeriksaan tes Antigen maupun PCR apabila merasakan gejala flu dan batuk," pesan Luhut dalam konferensi pers update PPKM, Senin (31/1/2022).

"Hal ini dilakukan semata-mata untuk dapat segera mengetahui kondisi pasien dan melakukan perawatan sehingga memutus mata rantai penyebaran COVID-19," jelasnya.

Terkait perkembangan kasus COVID-19 sepekan terakhir, pemerintah memperbaharui sejumlah kebijakan. Salah satunya terkait aturan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Pelaku PPLN yang sudah vaksin lengkap cukup karantina selama 5 hari, sedangkan jika belum vaksin lengkap karantina tetap 7 hari.



Simak Video "Seperti Apa Gejala Virus Covid-19 Varian Omicron?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT