Kamis, 03 Feb 2022 15:00 WIB

Corona RI Ambyar Lagi Dihadang Omicron, Pakai Masker Medis Masih Efektif?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Woman with hands in latex glove holding protective medical white mask. Masih efektifkah masker medis untuk mencegah penularan virus Corona? (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Natasa Ivancev)
Jakarta -

Belakangan ini, tren kasus COVID-19 di Indonesia tengah kembali mengalami peningkatan. Per Rabu (2/2/2022) kemarin, kasus harian Corona mencapai 17.895 sehingga totalnya saat ini menjadi 4.397.286 kasus.

Dengan kondisi COVID-19 seperti ini, apakah penggunaan masker medis masih efektif?

Menurut dokter paru RS Persahabatan, dr Erlina Burhan, SpP(K), penggunaan masker termasuk masker medis atau bedah ini masih sangat efektif untuk melindungi diri dari virus Corona. Tetapi, memang setiap masker memiliki efektivitas yang berbeda-beda.

"Paling tinggi memang N95, karena bisa memfilter 95 persen partikel yang berukuran di bawah 0,5 mikron," kata dr Erlina dalam webinar daring Kamis (3/2/2022).

"Tapi, bukan berarti masker yang lain tidak efektif. Tetapi hanya efektivitasnya di bawah N95," lanjutnya.

dr Erlina mengatakan masker bedah atau masker medis yang saat ini paling umum digunakan tentu masih bisa digunakan untuk mencegah penularan COVID-19. Namun, untuk meningkatkan efektivitasnya bisa dilakukan beberapa cara, salah satunya melapisinya dengan masker kain.

"Kalau ingin meningkatkan efektivitasnya maka dilapisi dengan masker kain di luarnya. Jadi, jangan terbalik kain di dalam medis di luar. Tetapi medis di dalam, kain di luar," tegas dia.

Cara lainnya, dr Erlina juga menyarankan untuk mengikat bagian tali masker. Ini bertujuan untuk mencegah adanya celah virus bisa masuk ke dalam tubuh.

"Kalau itu tidak memungkinkan, bisa pakai masker bedah tapi talinya diikat kiri-kanan. Sehingga lebih rapat, tidak ada celah di pipi kiri maupun kanan," pungkasnya.



Simak Video "Rekomendasi Masker untuk Mudik Lebaran dari Satgas Covid"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)