Jangan Anggap Enteng! Omicron Harus Ditangani Jika Disertai Gejala Ini

ADVERTISEMENT

Jangan Anggap Enteng! Omicron Harus Ditangani Jika Disertai Gejala Ini

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 03 Feb 2022 19:47 WIB
Omicron Corona Virus Variant
Penjelasan pakar perihal perbedaan tindak lanjut pada pasien Omicron vs pasien flu. Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG
Jakarta -

Gejala infeksi varian Omicron diketahui amat mirip dengan flu biasa. Sama seperti pasien flu, 90 persen pasien Omicron juga mengalami batuk. Beberapanya, disertai hidung meler dan tersumbat, sakit kepala, serta kelelahan. Namun tak boleh disepelekan, dokter menegaskan kedua penyakit ini membutuhkan tindak lanjut berbeda.

"Ini data yang saya ambil dari CDC Amerika Serikat, gejala terbanyak adalah batuk berdahak hampir 90 persen, sesak napas hanya sedikit 16 persen. Demam juga tidak sampai separuh pasien. Gejala banyak berikutnya adalah kelelahan atau badan pegal-pegal, nyeri itu sampai 65 persen," jelas spesialis paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) dalam diskusi daring, Kamis (3/2/2022).

"Hidung tersumbat, pilek, hidung berair sampai 60 persen. Ada juga mual, muntah, dan lain-lain. Kalau kita lihat berbagai kasus terbanyak hidung tersumbat atau berair, nyeri tenggorokan sangat khas. Terutama tenggorokan gatal, mudah lelah, sakit kepala, dan batuk," sambungnya.

Tak seperti flu, Omicron tak hilang hanya dengan istirahat

Meski gejala Omicron sangat mirip dengan flu biasa, dr Erlina menegaskan orang yang terjangkit varian Omicron memerlukan tindak lanjut berbeda mulai dari pengobatan hingga penerapan protokol kesehatan. Sebab berbeda dengan flu yang selama ini dianggap biasa oleh masyarakat Indonesia dan bisa sembuh hanya dengan istirahat, Omicron adalah varian virus Corona yang menular dengan cepat dan memerlukan upaya tertentu agar tak menular ke orang lain.

Walhasil, penting untuk orang yang mengalami gejala serupa flu untuk segera melakukan pemeriksaan COVID-19. Jika gejala tersebut terdeteksi sebagai COVID-19, pasien tersebut bisa melakukan upaya pencegahan penularan sebagaimana protokol pada pasien COVID-19.

"Flu orang biasanya cukup istirahat tapi kalau Omicron dengan gejala tidak cukup hanya istirahat saja, tapi kita minta memakai vitamin dan bila agar berat kita berikan antivirus. Saya juga sebetulnya ingin mengimbau kalau ada gejala-gejala seperti ini sebaiknya memang melakukan pemeriksaan untuk bisa mengidentifikasi apakah ini COVID atau bukan," beber dr Erlina.

"Kalau tahu Omicron kan agak lama, tapi untuk tahu COVID-19. Orang kalau menganggapnya sebagai flu cenderung abai dengan protokol kesehatan, merasa ini flu biasa. Tapi kalau terkonfirmasi sebagai COVID, lebih berjaga-jaga langsung melakukan isolasi mandiri," pungkasnya.



Simak Video "Subvarian Omicron XBB Sudah Masuk Indonesia, Simak Gejalanya!"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT