Jumat, 04 Feb 2022 08:30 WIB

Ramai-ramai Negara Eropa Ucapkan Selamat Tinggal pada COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Varian Omicron disinyalir jadi penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Inggris-Prancis. Dua negara di Eropa itu pun kini gencarkan vaksinasi COVID-19 bagi warganya. Negara Eropa mulai cabut aturan pembatasan COVID-19. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Negara Eropa ramai-ramai mencabut aturan pembatasan COVID-19 meski kasus Corona sedang naik. Terbaru, Swiss menyusul Prancis dan Denmark yang lebih dahulu melonggarkan aturan pembatasannya.

Di negara-negara tersebut, penggunaan masker di luar ruangan tak lagi diwajibkan dan agenda-agenda besar juga tempat umum tidak dibatasi kapasitas tertentu. Meski negara-negara tersebut masih mencatat lonjakan kasus, tingkat vaksinasi yang tinggi mencegah tekanan besar pada sistem kesehatan mereka.

Denmark sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka akan menghapus sebagian besar pembatasan pandemi karena COVID-19 tidak lagi 'penyakit yang menyebabkan kritis secara sosial'.

Dikutip dari laman Euro News, Jerman saat ini mempertimbangkan menyusul negara tetangganya dan akan membuat kebijakan vaksinasi menjadi wajib bagi seluruh warga. Spanyol juga sedang memonitor perkembangan COVID-19 untuk memutuskan apakah akan ditangani seperti flu musiman.

Hanya saja, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan atas COVID-19. Belum lagi mereka mencatat ada 12 juta kasus COVID-19 baru di Eropa, total mingguan tertinggi selama pandemi.

"Lebih banyak penularan berarti lebih banyak kematian," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers.

"Kami prihatin bahwa narasi telah berlaku di beberapa negara bahwa karena vaksin dan penularan Omicron yang tinggi, dan tingkat keparahannya yang lebih rendah, mencegah penularan tidak mungkin lagi," tambahnya.

Simak juga video 'Omicron Picu Gelombang 3 Corona, Perlukah RI Lockdown?':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Titik Terang WHO soal Dicabutnya Masa Kedaruratan Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)