Ivermectin Termasuk, IDI Ungkap 5 Obat COVID-19 yang Kini Terbukti Tak Bermanfaat

ADVERTISEMENT

Ivermectin Termasuk, IDI Ungkap 5 Obat COVID-19 yang Kini Terbukti Tak Bermanfaat

Ayunda Septiani - detikHealth
Sabtu, 05 Feb 2022 18:02 WIB
covid-19 omicron variant vaccination concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/Teka77
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban dalam unggahan akun Twitternya pada Sabtu (5/2/2022) mengungkapkan beberapa obat yang pernah diklaim dapat melawan virus Corona COVID-19, kini terbukti tak bermanfaat.

"Obat-obat yang dulu dipakai untuk COVID-19 dan kini terbukti tidak bermanfaat, bahkan menyebabkan efek samping serius pada beberapa kasus," cuitnya, dalan akun Twitter-nya, Sabtu (5/12/2022).

"Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir, Plasma Convalescent, Azithromycin," lanjutnya.

Dari kelima obat tersebut, Zubairi menjelaskan secara detail obat-obat yang dulunya digunakan untuk melawan COVID-19.

1. Ivermectin

Zubairi menjelaskan, Ivermectin merupakan obat yang awalnya untuk mengatasi infeksi parasit ini sempat membuat beberapa pasien membutuhkan rawat inap.

"Tidak disetujui Badan Pengawas Obat & Makanan (FDA) AS, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan regulator obat Uni Eropa. Banyak laporan pasien yang memerlukan perhatian medis, termasuk rawat inap, setelah konsumsi Ivermectin," urainya.

2. Chloroquine

Klorokuin atau Chloroquine. Ia mengungkapkan obat ini berbahaya bagi kesehatan jantung, alih-alih melawan COVID-19.

"Memang sudah dipakai oleh ratusan ribu orang di dunia. Namun terbukti malah berbahaya untuk jantung. Manfaat antivirusnya justru nggak ada. Jadi, klorokuin tidak boleh dipakai lagi," ungkap dia.

3. Oseltamivir

Zubairi mengatakan belum ada bukti ilmiah produk ini bisa melawan Virus Corona COVID-19.

"Obat ini sebenarnya untuk Influenza. Tidak ada bukti ilmiah untuk mengobati Covid-19. Bahkan, WHO sudah menyatakan obat ini tidak berguna untuk Covid-19. Kecuali saat Anda dites terbukti positif Influenza, yang amat jarang ditemukan di Indonesia," tuturnya.

"Kalau Oseltamivir jangan diminum, pilihannya apa? Ada beberapa pilihan untuk antivirus. Ada Avigan atau Favipiravir dan Molnupiravir, serta Remdesivir. Nanti biar dokter Anda yang memilihkan," jelas dia.

4. Plasma Konvalesen

Plasma Convalescent atau Plasma Konvalesen.

"Selain sama sekali tidak bermanfaat, pemberian Plasma Convalescent juga mahal dan prosesnya begitu memakan waktu," cetus dia.

"Oleh WHO tidak direkomendasikan kecuali dalam konteks uji coba acak dengan kontrol," imbuhnya.

5. Azithromycin

Zubairi menyebut obat ini hanya bermanfaat untuk melawan bakteri, tidak untuk COVID-19.

"Obat ini juga tidak bermanfaat sebagai terapi Covid-19, baik skala ringan serta sedang. Kecuali ditemukan bakteri-selain virus penyebab Covid-19 dalam tubuh Anda. Kalau hanya Covid-19, maka obat ini tidak diperlukan," jelas dia.



Simak Video "Obat Covid-19 untuk Pasien Isolasi Mandiri Masih Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT