Sabtu, 05 Feb 2022 22:53 WIB

Corona RI Melonjak Lagi, Amankah Sekolah Tatap Muka Dilanjutkan?

Ayunda Septiani - detikHealth
Kota Depok mulai menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen hari ini. Seperti apa suasana hari pertama PTM di SMPN 3 Depok? Lihat yuk. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Pelaksanaan PTM selama ini memang mengundang perdebatan di tengah peningkatan kasus COVID-19. Sebagian pihak merasa PTM membahayakan karena bisa saja memicu klaster baru, sementara lainnya berpendapat PTM penting agar tingkat pendidikan anak tidak tertinggal.

Namun, apakah sekolah tatap muka tetap aman untuk dilanjutkan?

Kepala Bidang Pengembangan Profesi, Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI), Masdalina Pane menilai, PTM dilanjutkan atau tidaknya tergantung dari pemerintah daerah masing-masing.

"Jika terjadinya peningkatan level transmisi di suatu wilayah, maka keputusan untuk menghentikan atau tetap melanjutkan PTM itu kemudian diputuskan oleh pemerintah daerah," kata Pane dalam program e-Life, Jumat (4/2/2022).

"Ada beberapa pemerintahan daerah yang kemudian memberikan otoritas untuk menghentikan atau melanjutkan pembelajaran itu kepada sekolah masing-masing," lanjutnya.

Selain itu, Pane memberi contoh, di Jakarta sudah lebih dari 90 sekolah menghentikan pembelajaran tatap muka. Sebab, secara epidemiologi ditemukan bukti bahwa sekolah menjadi sumber penularan.

Dilanjutkan dengan naiknya positivity rate di Jakarta.m, Pane mengatakan bahwa positivity rate meningkat secara signifikan dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut menjadi dasar bagi para pemimpin daerah maupun sekolah untuk melanjutkan atau menghentikan PTM.

"Kita harus tau, Indonesia luas, RI ini bukan hanya Jakarta, masih banyak wilayah yang masih terkendali. Karena itu untuk wilayah yang masih terkendali tentu tidak relevan menghentikan program tersebut, karena itu merupakan bagian dari cara hidup bersama COVID," pungkas Pane.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)