ADVERTISEMENT

Senin, 07 Feb 2022 12:30 WIB

Mirip! Omicron Vs Flu Biasa Tetap Ada Bedanya Sih, Ini Pesan Dokter Paru

Vidya Pinandhita - detikHealth
Omicron Corona Virus Variant Perbedaan gejala varian Omicron vs flu biasa menurut dokter paru. Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG
Jakarta -

Meski gejala infeksi varian Omicron mirip flu biasa, dokter paru menegaskan kedua penyakit ini tetap tak boleh disamakan. Pasalnya berbeda dengan flu yang kerap dianggap masyarakat penyakit 'biasa', infeksi Omicron tetaplah COVID-19 yang memerlukan upaya pencegahan penularan dan bisa menimbulkan perburukan gejala hingga risiko kematian pada kelompok rentan.

Spesialis paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menjelaskan infeksi Omicron sebenarnya bisa dibedakan dengan flu biasa.

Menurutnya, gejala paling banyak yang dialami pasien Omicron adalah masalah pada hidung dan tenggorokan. Masalah pada tenggorokan inilah yang tak biasanya dialami pasien flu biasa.

"Sebagian pasien (varian Omicron) melaporkan atau mengeluh (tenggorokan) gatal-gatal. Banyak yang mengeluh tenggorokannya sakit dan biasanya diikuti dengan batuk-batuk kering dan mulai muncul sakit kepala, nyeri-nyeri badan, kemudian ada pilek atau hidung tersumbat, bahkan meler berair," terangnya pada detikcom dalam program e-Life, Jumat (4/2/2022).

Gejala infeksi varian Omicron yang amat mirip dengan flu biasa tak menandakan COVID-19 varian Omicron bisa disepelekan. dr Erlina justru khawatir jika masyarakat terlalu menyamakan Omicron dengan flu, penularan varian Omicron semakin meluas lantaran tak disikapi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Maka dari itu, amat penting untuk orang yang mengalami gejala berupa batuk-pilek disertai masalah tenggorokan segera melakukan tes COVID-19. Jika teridentifikasi positif COVID-19, pasien tersebut bisa menerapkan protokol kesehatan layaknya pasien COVID-19 pada umumnya, bukan seperti pasien flu biasa.

"Orang kena flu jarang disertai sakit tenggorokan atau batuk, jadi agak berbeda jadi jangan sampai salah. Saya khawatir kalau disamakan dengan flu nanti masyarakat kemudian merasakan (gejala) tidak berusaha mencari tahu apakah ini COVID atau bukan," ujar dr Erlina.

"Ini bahayanya adalah kalau tidak mengetahui statusnya COVID atau bukan, menganggap flu biasa tidak memeriksakan diri. Kalau flu biasa, masyarakat cenderung tidak melakukan protokol kesehatan karena dianggap flu biasa. Padahal barangkali itu adalah COVID," pungkasnya.



Simak Video "Omicron Identik dengan Batuk Kering dan Kelelahan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT