Mengenal Nilai CT COVID-19 dalam Tes PCR, Sering Bikin Bingung Nih!

ADVERTISEMENT

Mengenal Nilai CT COVID-19 dalam Tes PCR, Sering Bikin Bingung Nih!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 08 Feb 2022 10:23 WIB
Anak usia di bawah 12 tahun yang ingin berlibur Nataru, kini diwajibkan melakukan tes PCR. Hal itu tertuang dalam surat edaran terbaru terkait libur Nataru di masa pandemi COVID-19 yang akan berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 atau berjalan selama 19 hari, Senin, (20/12/2021).
CT Value atau nilai CT COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Nilai CT COVID-19 atau CT Value (cycle treshold value) kerap kali dijadikan sebagai penentu seseorang sembuh atau tidaknya dari Virus Corona. Untuk mengetahui nilai CT COVID-19 ini umumnya menggunakan tes PCR (polymerase chain reaction), metode yang dipakai untuk menentukan seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak.

Meskipun demikian, praktisi kedokteran, dr Andi Khomeini Takdir, menegaskan bahwa nilai CT COVID-19 atau CT Value ini tak bisa jadi acuan untuk menyatakan pasien sembuh dari COVID-19. Sebab, hal ini harus dilihat secara keseluruhan terlebih dahulu, baik kondisi pasien dan sebagainya.

"Kita tidak bisa menjadikan CT sebagai pedoman sembuh. Lihat secara keseluruhan datanya baru bisa kita bilang lanjut perawatan atau lanjut beraktivitas," ucapnya dalam bincang kesehatan secara daring, Selasa (29/6/2021).

Nilai CT COVID-19

Dikutip dari Primaya Hospital, Selasa (8/2/2022), nilai CT COVID-19 atau CT Value adalah nilai yang muncul dalam tes PCR. Cycle threshold (CT) merupakan satu siklus amplifikasi dalam tes PCR.

Tes PCR dengan reverse transcription (RT) atau kerap disebut RT-PCR telah menjadi standar emas untuk mendeteksi virus Corona. Dalam tes RT PCR, asam ribonukleat (RNA) diekstraksi dari sampel pasien yang diambil dari tes swab.

RNA ini kemudian diubah menjadi DNA, lalu diamplifikasi. Maksud aplifikasi di sini mengacu pada proses pembuatan salinan materi genetik DNA. Oleh karena itu, tes RT-PCR lebih mudah untuk mendeteksi keberadaan virus di dalam tubuh manusia.

Apabila tes RT-PCR menunjukkan hasil positif, tandanya ditemukan materi genetik virus Corona dari sampel yang diambil lewat swab. Sedangkan jika hasil tesnya negatif, tandanya tak ada virus dalam pemeriksaan sampel tersebut.

Nah, perlu diingat nih guys, nilai CT COVID-19 bukan satu-satunya hal untuk menentukan tingkat keparahan, kemampuan penularan, atau kriteria pasien COVID-19.

Cara Membaca Nilai CT COVID-19 atau Angka CT Value

Standar nilai CT COVID-19 sendiri diketahui berbeda-beda, tergantung mesin PCR yang digunakan. Mesin PCR akan berhenti bekerja ketika virus terdeteksi.

Lantas, bagaimana cara membaca nilai CT COVID-19? Beberapa waktu lalu, sempat beredar informasi cara membaca CT Value sebagai berikut:

  • <29: positif kuat (jumlah virus banyak)
  • 30-37: positif (jumlah virus sedang)
  • 38-40: positif lemah (jumlah virus sedikit)

INFORMASI DI ATAS DIPASTIKAN HOAX! Penting dicatat, nilai atau standar CT Value bisa beragam, berbeda-beda tergantung mesin yang digunakan. Bahkan disebutkan, jumlah virus dalam pembacaan nilai CT COVID-19 masih bersifat perkiraan. Masih belum ada standar menghitung jumlah virus dari tes PCR secara pasti.

Sementara itu, pakar biologi molekuler, Ahmad Rusdan Utomo, mengungkapkan batas maksimal hasil nilai CT COVID-19 atau CT Value umumnya adalah sekitar 40. Seseorang biasanya dapat dikatakan memiliki jumlah material virus yang banyak apabila hasil CT Value-nya berada di bawah 25. Lagi-lagi, ini bukan angka mutlak karena tergantung banyak faktor.

"Jadi kalau pasien itu punya CT Value di bawah 25, katakan 11 atau 20, 17, 22, itu kita bisa estimasi kayaknya kamu punya banyak virus di tubuh kamu," jelas Ahmad kepada detikcom beberapa waktu lalu.

"Tapi kalau CT Value sudah di atas 35, oh berarti itu sudah dikit banget atau jangan-jangan virusnya sudah mati nih tinggal bangkainya saja. Bagaimana dengan 27? Iya 27 itu borderline lah," lanjut Ahmad memberikan gambaran terkait interpretasi CT Value, yang menurutnya lebih baik dilakukan oleh pakar yang kompeten.

Nilai CT COVID-19 Tinggi Belum Bisa Dipastikan Sembuh

Dokter mikrobiologi klinis dari Intibios Lab, dr Enty, SpMK, mengatakan bahwa pasien dengan nilai CT COVID-19 yang tinggi bisa menandakan dua hal, yaitu jumlah materi virus di tubuhnya memang sudah sedikit lantaran telah sembuh atau baru terinfeksi virus Corona.

Pasalnya, jumlah materi virus pada orang yang baru terinfeksi COVID-19 masih tergolong sedikit dan bisa berkembang menjadi lebih banyak. Apalagi jika pasien mengeluhkan sejumlah gejala COVID-19.

"Bisa saja kita sedang berada di fase awal atau akhir, jadi kita sakit tapi tidak sadar. Pas dicek, hasilnya negatif. Itu biasanya diinterpretasikan dokter dengan CT Value dan sebagainya. Tapi CT Value itu tidak serta merta jadi patokan bahwa kalo CT tinggi berarti sudah aman. Belum tentu, karena ada faktor klinis," ujar dr Enty saat ditemui detikcom di Jakarta, Kamis (18/12/2021).

Parameter dalam menentukan pasien sudah sembuh atau belum dari COVID-19, yaitu dengan melihat hasil rontgen dan profil darahnya. Selain itu, dokter juga perlu memeriksa kondisi pasien terkait gejala yang dikeluhkan setelah masa isolasi.

Berapa Nilai CT COVID-19 yang Berbahaya?

Nilai CT COVID-19 tak boleh digunakan untuk menentukan seberapa besar menular virus atau kapan seseorang dibebaskan dari isolasi atau karantina. Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai CT COVID-19 bukanlah penentu dari tingkat keparahan penyakit yang dialami pasien COVID-19.



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT