Selasa, 08 Feb 2022 13:45 WIB

Awas HOAX! Kenali 9 Mitos dan Fakta tentang Omicron, Dibongkar Habis oleh WHO

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Omicron Corona Virus Variant Mitos dan fakta COVID-19 varian Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG)
Jakarta -

Di tengah lonjakan kasus penularan virus COVID-19 varian Omicron di sejumlah negara, termasuk Indonesia, banyak beredar informasi simpang siur seputar virus tersebut. Hal ini tentunya sangat berbahaya lantaran bisa berpotensi menghambat upaya memutus penyebaran COVID-19.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membeberkan sejumlah mitos dan fakta terkait COVID-19 varian Omicron demi meluruskan kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat. Dikutip dari laman resmi WHO Eropa, berikut 9 fakta dan mitos tentang Omicron.

Mitos dan Fakta Omicron

1. Mitos: Omicron hanya memicu gejala ringan

Fakta: Gejala varian Omicron tidak separah varian Delta. Meskipun begitu, Omicron tak boleh diremehkan lantaran bisa memicu risiko kematian, terutama bagi kelompok yang belum divaksin serta rentan (lansia dan komorbid).

2. Mitos: Karena lebih ringan, seseorang yang terinfeksi varian Omicron tak perlu rawat inap yang begitu lama. Sebab, daya tahan tubuhnya mampu mengatasi gejala tersebut.

Fakta: Omicron masih memicu risiko tinggi bagi sistem kesehatan tubuh, sehingga tak boleh disepelekan.

3. Mitos: Vaksin tak mampu melawan Omicron.

Fakta: Vaksin mampu memberikan perlindungan lebih terhadap gejala parah hingga risiko kematian akibat Omicron.

4. Mitos: Orang yang belum divaksin tak akan terkena gejala parah akibat Omicron

Fakta: Orang yang paling rentan atau berisiko tertular varian Omicron adalah mereka yang belum divaksinasi.

5. Mitos: Omicron seperti sakit flu biasa.

Fakta: Omicron jauh lebih berbahaya daripada sakit flu biasa.

Simak Video 'WHO Soroti Tingkat Kematian Covid-19 yang Tajam':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2