Rabu, 09 Feb 2022 11:32 WIB

Disinggung Netizen saat Medina Zein Lepas Hijab, Apa Itu Bipolar?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Medina Zein lepas hijab Medina Zein mengunggah foto tanpa hijab, netizen singgung soal bipolar. (Foto: dok. Instagram Medina Zein)
Jakarta -

Medina Zein kembali menjadi sorotan publik dengan penampilan barunya. Melalui akun Instagram pribadinya, @medinazein92, ia mengunggah fotonya yang tanpa menggunakan hijab dengan sebuah caption yang menyiratkan sebuah perpisahan.

"The hardest part of loving someone is knowing when to let go, and knowing when to say good bye," tulisnya pada postingan tersebut yang dilihat detikcom, Rabu (9/2/2022).

Medina juga memberikan penjelasan soal keputusannya melepas hijab. Ia mengaku tidak peduli dengan hujatan dari publik terhadap dirinya.

"Mungkin kalian kaget atau bagaimana lihat penampilan aku sekarang, tapi inilah penampilan aku sekarang. Walaupun sekarang banyak hujatan, terlalu banyak berita miring dan tidak berprestasi seperti dulu, tapi aku akan tetap jadi diriku sendiri," jelas Medina melalui unggahan IG Story miliknya.

[Gambas:Instagram]


Melihat postingan tersebut, muncul berbagai komentar dari netizen. Bahkan ada yang menyinggung soal kondisi bipolar yang disebut telah dialami Medina sejak 2016 lalu.

"Ntar bilang lagi bipolar kumat. Hadehhh mbak," ujar netizen dalam postingan terbaru Medina tersebut.

"Nanti ujung ujung nya bilang BIPOLAR gw acungin jempol nih," tulis netizen lainnya.

Sebenarnya Apa Sih Bipolar Itu?

Dikutip dari laman Mayo Clinic, gangguan bipolar (bipolar disorder) atau kerap disebut manik depresi merupakan kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem. Hal ini mencangkup emosi yang tinggi (mania atau hipomania) dan terendah (depresi).

Saat seseorang menjadi depresi, bisa merasa sedih atau putus asa dan kehilangan kesenangan yang dapat mengganggu sebagian besar aktivitas. Tetapi, jika emosi sedang tinggi, pengidapnya bisa merasa penuh energi atau sangat mudah tersinggung.

Perubahan suasana hati yang terjadi itu bisa mempengaruhi tidur, energi, aktivitas, penilaian, perilaku, dan kemampuan berpikir jernih.



Simak Video "Jangan Self Diagnose untuk Cek Kesehatan Mental, Kenapa? "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)