ADVERTISEMENT

Rabu, 09 Feb 2022 12:30 WIB

Pasien COVID-19 di RS DKI Sudah Setengah dari Puncak Delta, Masih Aman?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sejumlah pasien menunggu hasil pemeriksaan COVID-19 di IGD RSUD Depok, Jawa Barat, Jumat (4/2/2022). Peningkatan kasus COVID-19 memberikan dampak terhadap jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit (Bed Occupancy Rate) maupun ICU di RSUD Depok yang mencapai lima kali lipat dari bulan lalu sehingga dilakukan penambahan ruangan dan tempat tidur untuk antisipasi lonjakan kasus positif COVID-19. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom. Kemenkes menyebut jumlah pasien COVID-19 di RS DKI Jakarta kini setengah dari puncak Delta. Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Jakarta -

Seiring melonjaknya kasus COVID-19 RI, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakini COVID-19 di Indonesia kini masih dalam kondisi terkendali. Ia mengacu pada jumlah pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit yang hingga kini tercatat masih rendah dibanding jumlah pada gelombang Delta tahun lalu.

"Yang masuk rumah sakit dan wafat itu jauh lebih rendah dan masih bisa terkendali. Penting sekali memahami bahwa jumlah kasus akan naik. Negara-negara lain bisa 2-3 kali Delta. Yang penting kita bisa menjalankan terus protokol kesehatan agar yang masuk ke rumah sakit dan kemudian wafat itu di bawah rata-rata," ujarnya dalam konferensi pers virtual terkait evaluasi PPKM, Senin (7/2/2022).

Sedangkan dalam siaran pers Kementerian Kesehatan pada Selasa (8/2), disebutkan jumlah pasien dirawat di rumah sakit DKI Jakarta karena Omicron berjumlah 9.364 orang, setengah dari 18.824 pasien yang dirawat di rumah sakit pada puncak varian Delta tahun lalu.

"Masyarakat diharapkan agar tidak menjadikan kasus konfirmasi sebagai patokan, karena perawatan pasien di rumah sakit menjadi poin penting yang menjadi fokus saat ini," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam lama resmi Kemenkes.

'"Meski kasus di beberapa daerah lebih tinggi dari Delta, pelayanan pasien rumah sakit harus tetap kondusif dan hanya untuk pasien sedang, berat, dan kritis," sambungnya.

Terkait kasus kematian seiring merebaknya varian Omicron, per Minggu (6/2), tercatat sebanyak 356 pasien meninggal. 42 persen di antaranya memiliki komorbiditas, 44 persen lansia, dan 69 persen belum menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT