Kamis, 10 Feb 2022 16:50 WIB

Jangan Anggap Remeh, Studi Temukan Kerusakan Jantung di Penyintas COVID-19

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Studi temukan kerusakan jantung pada penyitas COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan orang yang telah terinfeksi COVID-19 memiliki peningkatan risiko terkena komplikasi kardiovaskular dalam kurun waktu enam bulan hingga setahun setelah terinfeksi. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine.

Komplikasi tersebut termasuk gangguan irama jantung, radang jantung, pembekuan darah, stroke, penyakit arteri koroner, serangan jantung, gagal jantung dan kematian.

"Apa yang kami temukan bukan kabar baik. COVID-19 dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular yang serius dan kematian," ujar penulis studi senior Ziyad Al-Aly, asisten profesor di Washington University di Amerika Serikat, dikutip dari India Today, Kamis (10/2/2022).

Al-Aly menjelaskan, jantung tidak bisa beregenerasi atau sembuh dengan mudah setelah mengalami kerusakan. Kondisi kerusakan pada jantung akan menjadi penyakit yang akan menyerang manusia seumur hidup.

Para peneliti juga mencatat bahwa COVID-19 sejauh ini berkontribusi pada 15 juta kasus baru penyakit jantung di seluruh dunia.

"Bagi mereka yang pernah terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, kesehatan jantung menjadi bagian integral perawatan setelah COVID-19 akut," katanya.

Sedangkan bagi kelompok yang berisiko terkena penyakit jantung sebelum terinfeksi SARS-CoV-2, penelitian menunjukan bahwa COVID-19 dapat menambah risiko. Bahkan, kondisi ini bisa dialami mereka yang sebelum terinfeksi dalam kondisi sehat dan mereka yang hanya memiliki infeksi COVID-19 ringan.

"Bagi orang yang tidak pernah memiliki masalah jantung dan dianggap berisiko rendah, juga bisa mengalami masalah jantung setelah terinfeksi COVID-19," ungkap Al-Aly.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)