ADVERTISEMENT

Jumat, 11 Feb 2022 08:30 WIB

Kemenkes RI Ungkap Kelompok yang Paling Berisiko saat Terpapar Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient Foto: Getty Images/Tempura
Jakarta -

Pasien COVID-19 terus melonjak usai Indonesia melaporkan kasus pertama varian Omicron. Menteri Kesehatan RI memastikan sebagian besar warga yang positif COVID-19 saat ini terpapar Omicron.

Meski pasien Omicron umumnya mengeluhkan gejala ringan, bukan berarti infeksi COVID-19 varian ini tak bisa memicu kasus fatal. Sejak Omicron merebak, sudah lebih dari 300 orang meninggal dunia.

Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Prof dr Abdul Kadir, risiko tertular hingga memicu gejala COVID-19 berat bisa menimpa mereka yang belum divaksinasi COVID-19.

"Sebenarnya yang paling rentan terinfeksi adalah mereka yang belum divaksinasi, jadi siapa saja yang belum ada riwayat vaksinasi masih rentan terinfeksi. Kenapa? Karena belum ada kekebalan yang terbentuk dalam tubuhnya," terang Prof Kadir dalam konferensi pers Kamis (10/2/2022).

"Namun demikian kami sampaikan bahwa meskipun Omicron ini secara klinis itu adalah ringan atau tanpa gejala, hati-hati kepada mereka mereka yag lansia, yang ada komorbid, anak-anak dan mereka yang belum divaksinasi," pesan dia.

Di sisi lain, gejala COVID-19 Omicron kerap menyerupai pilek biasa. Apakah ada kaitannya dengan musim pancaroba?

"Gejala flu apakah terakit dengan musim pancaroba saya kira tidak, yang namanya virus tidak mengenal musim apalagi musim panas musim dingin, musim pancaroba," kata dia.

"Yang jelas selama ini masih pandemic, maka dia akan tetap ada meskipun itu misim hujan musim panas tetap harus hati-hati," tandasnya.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT