Sabtu, 12 Feb 2022 11:33 WIB

Sah! China Setujui Obat COVID-19 Paxlovid Pfizer untuk Pasien Berisiko

Firdaus Anwar - detikHealth
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File) Foto: AP/Virginia Mayo
Jakarta -

Otoritas kesehatan di China untuk pertama kalinya menyetujui penggunaan obat Paxlovid dari Pfizer. Obat ini diklaim manjur mencegah kematian pada pasien COVID-19 yang berisiko.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu (12/10/2022), Badan Produk Medis Nasional China menyetujui Paxlovid diberikan untuk pasien dewasa yang mengalami gejala COVID-19 ringan hingga sedang. Obat diberikan untuk mencegah gejala berkembang menjadi parah.

Di China kasus baru COVID-19 masih dapat di tekan di bawah angka 250 per hari. China yang sampai saat ini tidak menggunakan vaksin COVID-19 dari luar negeri dilaporkan telah memvaksinasi sekitar 87 persen penduduknya.

Obat Paxlovid juga digunakan di Indonesia untuk pasien COVID-19. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu mengungkapkan obat Paxlovid masuk ke Indonesia di bulan Februari ini.

Paxlovid bekerja dengan cara memblokir enzim yang dibutuhkan virus untuk bereplikasi.

Obat ini dikemas dalam kemasan blister yang terdiri dari dua pil Paxlovid dan salah satu antivirus, Ritonavir, yang memungkinkannya aktif lebih lama pada konsentrasi yang lebih tinggi.

Simak juga 'RI Borong Obat Covid-19 Pfizer 'Paxlovid': Bakal Tersedia di Apotek':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/fds)