Sabtu, 12 Feb 2022 14:05 WIB

Benarkah Daun Pepaya dan Jahe Bisa Jadi Obat Omicron? Ini Faktanya

Hartaty Varadifa - detikHealth
Ginger root and ginger powder in the bowl Benarkah jahe dan daun pepaya bisa jadi obat varian Omicron? (Foto: Getty Images/iStockphoto/pilipphoto)
Jakarta -

Beredar info berantai di media sosial obat ramuan alami yang bisa atasi virus COVID-19 varian Omicron.

Unggahan tersebut menyebutkan campuran daun pepaya dan jahe kemudian ditambahkan madu dapat menyembuhkan sejumlah penyakit seperti batuk, pilek hingga anosmia.

Pesan itu juga menyampaikan tidak perlu bantuan medis untuk mengobati paparan virus Omicron cukup konsumsi ramuan yang disebutkan.

Berikut narasi dari unggahan tersebut:

'Obat Omicron : Ayo... disebar-luaskan ke temen2 & saudara2 semua, kalau ada yang batuk2, pilek, anosmia (tidak ada rasa penciuman) tidak usah dibawa ke dokter... Ambilkan daun Pepaya yang tua + Jahe 2 potong (secukupnya), dicuci bersih dengan air masak (karena akan dikonsumsi langsung), lalu diblender dengan air masak dan disaring, kemudian diperas kira2 menjadi setengah gelas... Kalau ada dikasih madu 1 atau 2 sendok makan, kalau terasa pahit bisa tambah 3 sendok madu, lebih baik lagi diperasin jeruk nipis... Obatnya itu saja, obat kampung mudah saja toh buatnya... Sudah terbukti banyak yang sembuh... ayo disebar-luaskan ke teman2, saudara2 kalau ada yang kurang sehat, mulut pahit, enggak mau makan, enggak bisa mencium bau-bauan (anosmia), segera diobati itu saja, enggak usah dibawa ke dokter, nanti kalau dites positip malah drop/strees... Sebarkan kebaikan ini agar daerah kita, negeri kita, Indonesia zona hijau... Salam Sehat...'

Mengacu dari halaman Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), faktanya informasi tersebut salah. Karena ramuan ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah bahwa bisa meredakan sejumlah gejala Omicron.

Dokter spesialis paru sekaligus mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, turut menghimbau masyarakat untuk mengikuti panduan resmi dari Kemenkes dan WHO terkait obat COVID-19.

"Kalau ada informasi tentang penyakit (COVID-19 ataupun yang lain) maka masyarakat baiknya mengacu ke informasi resmi, bisa dari Kementerian Kesehatan, dari WHO, atau dari organisasi profesi kesehatan kita di Indonesia," ujar Tjandra kepada detikcom, Sabtu (12/2/2022).



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)