Minggu, 13 Feb 2022 16:15 WIB

Demam Saat Isoman Omicron Boleh Minum Obat Warung, Begini Anjuran Kemenkes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus transmisi varian Omicron di DKI Jakarta terus merangkak naik. Meski kasus COVID-19 naik, penjualan obat-obatan di Pasar Pramuka masih cenderung stabil. Penjelasan Kemenkes perihal penggunaan obat warung untuk meredakan demam pada pasien COVID-19. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Banyak pasien COVID-19 varian Omicron mengalami gejala berupa batuk, hidung meler dan tersumbat, sakit kepala, kemudian disertai sakit tenggorokan. Beberapa pasien COVID-19 juga mengeluhkan gejala demam. Lantas, jika mengalami gejala tersebut, cukupkah diobati dengan obat warung?

Menurut juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, pasien COVID-19, dalam hal ini varian Omicron, boleh-boleh saja mengkonsumsi obat yang dijual bebas di warung-warung untuk meredakan gejala.

Sebab, pasien bergejala ringan atau tanpa gejala sama sekali (OTG) tidak memerlukan obat antivirus, melainkan cukup mengkonsumsi vitamin dan obat untuk meredakan gejala. Salah satunya penurun demam.

"Kita tahu salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas kita kalau positif COVID dan tidak bergejala adalah dengan minum vitamin. Jadi vitamin bisa dibeli karena merupakan obat bebas, kemudian obat penurun panas merupakan obat yang berwarna hijau jadi bisa dibeli dengan bebas tidak perlu resep dokter," jelasnya dalam konferensi pers virtual terkait Update Perkembangan COVID-19, Kamis (10/2/2022).

Namun dr Nadia memberikan catatan, jika demam tak kunjung reda meski sudah mengkonsumsi obat warung, pasien COVID-19 dianjurkan melakukan konsultasi ke fasilitas layanan kesehatan. Dengan begitu, pasien bisa memperoleh penanganan dan obat sesuai anjuran dokter.

"Walaupun bisa beli obat penurun panas, kalau kemudian demamnya tidak turun, demamnya tambah berat, segera ke fasyankes, itu akan menjadi pilihan terbaik. Jangan sampai terlambat menjadi lebih parah baru datang ke fasilitas layanan kesehatan," pungkas dr Nadia.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)