Bolehkan Jalan-jalan Asal Sudah Vaksin, Yakin Aman Pak Luhut?

ADVERTISEMENT

Round Up

Bolehkan Jalan-jalan Asal Sudah Vaksin, Yakin Aman Pak Luhut?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 15 Feb 2022 05:59 WIB
Sejumlah mal di kawasan DKI Jakarta telah kembali beroperasi. Sejumlah protokol kesehatan diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut.
Sudah vaksin, boleh jalan-jalan? (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Penyataan kontroversial terlontar oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, seseorang tanpa komorbid yang sudah vaksin boleh jalan-jalan.

"Kalau memang dia sudah divaksin, sudah dua kali, sudah booster, tidak ada komorbid, ya jalan-jalan saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan berlebihan," beber Luhut dalam konferensi pers Senin (14/2/2022).

"Kami mendorong dengan protokol kesehatan yang ketat. Dengan prokes yang ketat silahkan saja jalan ke mana-mana, masuk ke mal, gunakan PeduliLindungi dan seterusnya. Kemudian pakai PCR sekali-kali atau antigen kalau ada symptoms di dirinya," pesan Luhut.

Pernyataan ini sontak menjadi perbincangan, mengingat varian Omicron yang saat ini mendominasi dikenal sangat mudah menular. Vaksinasi lengkap dan bahkan booster memang melindungi, tetapi pakar mengingatkan hal itu bukan jaminan.

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menegaskan, risiko penularan sekecil tetap ada meski sudah divaksin. Bukan cuma risiko tertular, tetapi juga menularkan.

"Tentu dalam masa saat ini, kita tidak bisa melarang orang untuk terus di rumah, tetapi ada yang disebut dengan self assessment risk, penilaian risiko pribadi, ini menjadi penting dan ini perlu diliterasi oleh pemerintah. Jangan hanya sebatas yang penting sudah divaksinasi lengkap, sudah booster," terang Dicky.

Terlebih, menurut Dicky, efek protektif vaksin tidak muncul serta-merta. Ada perhitungan tertentu hingga antibodi terbentuk dalam jumlah yang cukup untuk mencegah penularan.

"Jadi bukan hanya divaksin lengkap saja, tapi masih dalam durasi katakanlah tidak lebih dari tujuh bulan sejak divaksinasi dosis kedua atau dia sudah dibooster," paparnya.



Simak Video "Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT