ADVERTISEMENT

Rabu, 16 Feb 2022 15:43 WIB

Mengenal Penyakit Diabetes, Sempat Diidap oleh Dorce Gamalama

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Dorce Gamalama Dorce Gamalama (Foto: Noel/detikhot)
Jakarta -

Dorce Gamalama meninggal dunia saat terpapar COVID-19 pada Rabu (16/2/2022). Hal ini disampaikan oleh kerabatnya, Hetty Soendjaya.

"Iya, betul, jam setengah 8 pagi tadi di RSPP Simprug," ujar Hetty Soendjaya sambil menangis saat dihubungi detikcom, Rabu (16/2/2022).

"Jadi meninggalnya karena COVID. Jadi nggak dibawa pulang, jadi dikemasnya di rumah sakit," ungkap Hetty.

Semasa hidupnya Dorce diketahui memiliki riwayat panjang penyakit gula darah diabetes. Ia bahkan pernah dilarikan ke rumah sakit lantaran hilang kesadaran akibat kadar gula darah yang terlalu rendah (hipoglikemia).

Sebagaimana diketahui, diabetes merupakan salah satu penyakit komorbid yang bisa memperburuk gejala infeksi COVID-19. Satgas COVID-19 mengungkap sebagian besar pasien yang terinfeksi virus Corona meninggal dunia akibat penyakit bawaan, seperti hipertensi dan diabetes.

Penyakit Diabetes

Berkaca dari penyakit yang sempat diidap Dorce Gamalama, apa sih itu diabetes? Diabetes atau nama lengkapnya diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme menahun (kronis) akibat pankreas yang tak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tak mampu menggunakan insulin yang telah diproduksi secara efektif.

Insulin merupakan hormon yang berperperan sebagai pengatur keseimbangan gula darah di dalam tubuh. Apabila mengalami gangguan pada fungsi pankreas dan insulin, tubuh akan terbebani dengan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia).

Jika sudah terjadi penumpukan kadar gula darah di dalam tubuh, pengidapnya akan mengalami sejumlah gangguan pada organ tubuhnya. Bahkan, bisa menyebabkan sejumlah komplikasi serius hingga kematian.

Jenis Diabetes

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Rabu (16/2/2022), ada tiga jenis utama penyakit diabetes, yaitu tipe 1, tipe 2, dan diabetes gestasional (dialami saat hamil). Berikut penjelasannya:

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 diduga disebabkan oleh reaksi autoimun (tubuh menyerang dirinya sendiri secara tidak sengaja) yang menghentikan tubuh memproduksi insulin. Sekitar 5-10 persen pengidap diabetes memiliki tipe 1, serta bisa dialami oleh anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Sampai saat ini, masih belum ada pengobatan untuk mencegah diabetes tipe 1.

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah kondisi ketika kadar gula darah melebihi nilai normal akibat resistensi insulin. Tingginya kadar gula darah terjadi akibat sel tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin secara normal (resistensi insulin).

Sekitar 90-95 persen pengidap mengalami diabetes tipe 2, dan juga bisa dialami oleh orang dewasa, anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Meskipun begitu, diabetes tipe 2 dapat dicegah atau dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti menurunkan berat badan, makan makanan sehat, dan aktif berolahraga.

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional umumnya diidap oleh wanita hamil yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes. Apabila seorang wanita hamil mengidap diabetes gestasional, bayi di dalam kandungan dapat berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan.

Diabetes tipe ini biasanya akan hilang sendirinya setelah bayi lahir. Namun, hal ini juga bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Selain itu, bayi yang lahir tersebut berpotensi mengalami obesitas pada saat memasuki usia anak-anak atau remaja, sehingga bisa memicu diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Gejala Diabetes

Adapun sejumlah gejala diabetes yang tergolong umum dialami oleh pengidap, yaitu:

  • Meningkatnya volume buang air kecil, sering terjadi di malam hari
  • Merasa sangat haus
  • Berat badan turun drastis
  • Merasa sangat lapar
  • Memiliki penglihatan kabur
  • Mengalami kesemutan atau mati rasa pada bagian tangan dan kaki
  • Lelah yang ekstrim
  • Kulit menjadi sangat kering
  • Memiliki luka yang sembuhnya sangat lama

Gejala Diabetes Tipe 1

Orang yang mengidap diabetes tipe 1 mungkin akan mengalami gejala, seperti mual, muntah, atau sakit perut. Gejala diabetes tipe 1 dapat berkembang hanya dalam beberapa minggu atau bulan dan bisa menjadi parah.

Gejala Diabetes Tipe 2

Beda dari diabetes tipe 1, gejala diabetes tipe 2 membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berkembang. Bahkan, sejumlah orang pun ada yang tidak mengalami gejala sama sekali.

Gejala Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional (diabetes selama kehamilan) biasanya tidak memiliki gejala apapun.
Apabila sedang hamil, diwajibkan untuk melakukan tes diabetes gestasional pada saat 24 atau 28 minggu usia kehamilan.

Risiko Terkena Diabetes

Berikut informasi faktor risiko seseorang terkena diabetes tipe 1, 2, dan gestasional, yaitu:

Risiko Diabetes Tipe 1

Pada dasarnya, faktor risiko diabetes tipe 1 tidak sejelas diabetes tipe 2. Adapun faktor risiko yang diketahui meliputi:

  • Riwayat keluarga: Memiliki orang tua, saudara laki-laki, atau perempuan dengan diabetes tipe 1.
  • Usia: Bisa terkena diabetes tipe 1 pada usia berapapun. Namun, kemungkinan besar diabetes ini berkembang pada saat anak-anak, remaja, atau dewasa muda.

Risiko Diabetes Tipe 2

  • Kelebihan berat badan
  • Berusia 45 tahun atau lebih
  • Memiliki orang tua, saudara laki-laki, atau saudara perempuan dengan diabetes tipe 2.
  • Tidak aktif berolahraga
  • Pernah menderita diabetes gestasional (diabetes selama kehamilan) atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 pon atau sekitar 4 kg

Risiko Diabetes Gestasional

  • Sempat mengidap diabetes gestasional selama kehamilan sebelumnya
  • Telah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 pon atau sekitar 4 kg
  • Kelebihan berat badan
  • Berusia lebih dari 25 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2
  • Memiliki kelainan hormon yang disebut sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Pencegahan Diabetes

Dikutip dari Mayo Clinic, hingga saat ini pengobatan atau pencegahan diabetes tipe 1 masih belum ditemukan. Sedangkan untuk pengidap diabetes tipe 2, bisa mencoba sejumlah pencegahan berikut:

1. Menjaga Berat Badan

Diabetes bisa disebabkan akibat kegemukan atau obesitas akibat meningkatnya kadar resistensi insulin di dalam tubuh. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah diabetes tipe 2 disarankan untuk menjaga berat badan.

2. Berolahraga

Diabetes tipe 2 bisa dicegah dengan seringnya berolahraga. Cara ini sangat berguna untuk mengurangi resistensi insulin dan membantu mengelola tekanan darah di dalam tubuh.

3. Membatasi Makanan dan Minuman Manis

Kurangi mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang dapat menyebabkan gula darah tinggi, penambahan berat badan, dan bermasalah dengan fungsi insulin. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, serat, vitamin, dan tanpa lemak.

Apabila mengidap diabetes tipe 1, 2, ataupun gestasional, segera kunjungi dokter untuk ditangani lebih lanjut. Sebab, diabetes tak bisa ditangani secara lambat karena bisa memicu sejumlah komplikasi penyakit serius, seperti gagal ginjal, serangan jantung, stroke hingga menyebabkan kematian.

Simak Video 'Kronologi Meninggalnya Dorce Gamalama':

[Gambas:Video 20detik]



(suc/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT