Wanti-wanti untuk Jabar, Episentrum Baru Gelombang Omicron

Round Up

Wanti-wanti untuk Jabar, Episentrum Baru Gelombang Omicron

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 17 Feb 2022 05:32 WIB
Wanti-wanti untuk Jabar, Episentrum Baru Gelombang Omicron
Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG
Jakarta -

Berbeda dari sebelum-sebelumnya, Jawa Barat kini makin sering mendominasi jumlah kasus aktif maupun konfirmasi positif COVID-19. DKI diperkirakan telah melewati puncak gelombang Omicron.

Pada Rabu (16/2/2022), Jawa Barat menyumbang 15.196 dari rekor 64.718 kasus konfirmasi positif di Indonesia. DKI ada di urutan kedua dengan 12.388 kasus.

Sementara itu, dari 445.190 kasus aktif yang tercatat, Jawa Barat memberikan kontribusi yang paling besar dengan 143.774 kasus. DKI Jakarta lagi-lagi ada di urutan kedua dengan 91..396 kasus, disusul Banten dengan 64.657 kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pernyataannya menyebut episentrum atau pusat pandemi COVID-19 saat ini bergeser dari DKI ke Jawa Barat. Berikutnya, akan bergeser lagi ke luar Jawa.

"Sekarang Episentrumnya di Jakarta bergeser ke Jawa Barat, dan tentu dalam alam 2-3 minggu ke depan, bisa keluar Jawa," kata Airlangga, pada jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/2/2022).

ADVERTISEMENT

Antisipasi yang dilakukan antara lain mencakup penyesuaian PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan penguatan layanan telemedicine maupun obat gratis.

Sementara itu, data yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan keterisian tempat tidur perawatan COVID-19 secara nasional berada di angka 34 persen. Tempat tidur ICU (intensive care unit) sebesar 25 persen, dan tempat tidur isolasi 35 persen.




(up/up)

Berita Terkait