Jumat, 18 Feb 2022 10:04 WIB

Varian Baru HIV Bukti Virus Tak Selalu Bermutasi Jadi Lebih Jinak

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi wanita dirawat di rumah sakit Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Niphon Khiawprommas
Jakarta -

Berbagai varian COVID-19 telah bermunculan sejak pertama kali virus SARS-COV-2 diidentifikasi di China tahun 2019 lalu. Varian yang jadi sorotan terakhir, Omicron, mengundang perdebatan terkait ke mana arah pandemi berlangsung.

Sebagian pihak menganggap kemunculan Omicron bisa jadi tanda berakhirnya pandemi. Ini berdasarkan teori yang mengatakan virus secara alami akan terus bermutasi menjadi lebih 'jinak' agar sukses menginfeksi manusia. Pada akhirnya COVID-19 disebut-sebut akan seperti penyakit flu biasa.

Terkait hal tersebut, ahli penyakit infeksius William A Haseltine dari Harvard Medical School mengatakan tidak ada jaminan virus akan selalu bermutasi jadi lebih jinak. Temuan varian human immunodeficiency virus (HIV) baru di Belanda jadi buktinya.

HIV yang juga menjadi pandemi dan relatif stabil sejak pertama kali diidentifikasi tahun 1983 belakangan ini dilaporkan memiliki varian baru. Varian baru HIV ini lebih ganas karena bisa bereplikasi lebih banyak di tubuh dan lebih cepat menimbulkan kondisi acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Menurut William apa yang terjadi pada HIV bisa jadi contoh gambaran kemungkinan mutasi SARS-COV-2. Bukan tidak mungkin SARS-COV-2 malah menjadi lebih ganas, menimbulkan gejala parah seperti virus SARS-COV-1 penyebab penyakit severe acute respiratory syndrome (SARS).

"Kita tidak tahu pasti apa yang menghalangi virus ini menjadi lebih mematikan seperti SARS-COV-1," kata William seperti dikutip dari Scientific American, Jumat (18/2/2022).

"Selama kita tidak tahu apa yang menentukan virulensi virus, kita tidak tahu dari arah mana varian berikutnya akan datang. Ini sebabnya saya memperingatkan para pembuat kebijakan agar optimis, tapi selalu bersiap untuk kemungkinan buruk," lanjutnya.



Simak Video "Apa Kaitannya HIV/AIDS dengan Varian Omicron?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)