ADVERTISEMENT

Jumat, 18 Feb 2022 11:43 WIB

Jadi Tema Film Pelangi Tanpa Warna, Ini Fakta Alzheimer yang Kamu Perlu Tahu

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Film Pelangi Tanpa Warna Film pelangi tanpa warna (Foto: Falcon Pictures/ Istimewa)
Jakarta -

Film Pelangi Tanpa Warna yang rilis pada 17 Februari 2022 siap tayang di seluruh bioskop Indonesia. Pelangi Tanpa Warna ini menceritakan tentang sosok Fedi (Rano Karno), yang rancangan indah dalam pernikahannya hancur karena sang istri mengidap Alzheimer.

Dari hari ke hari, Kirana (Maudy Koesnaedi) terus melupakan semua hal sederhana hingga paling penting dalam hidupnya.

Nah, mumpung banyak dibicarakan karena menjadi tema dari film Pelangi Tanpa Warna, apa sih itu penyakit Alzheimer? Simak informasi berikut.

Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer seperti pada tema Film Pelangi Tanpa Warna adalah gangguan neurologis progresif yang menyebabkan otak menyusut atau rusaknya sel otak (atrofi). Akibatnya, pengidap dapat mengalami penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Penyakit Alzheimer merupakan penyebab demensia yang paling umum dan bertanggungjawab atas 60-80 persen dari seluruh kasus demensia. Tercatat sebanyak 5 juta orang di Amerika Serikat yang mengidap penyakit ini dan diperkirakan akan terus bertambah hampir 3 kali lipat pada tahun 2060.

Kondisi ini biasanya mempengaruhi orang berusia 65 tahun ke atas, dengan hanya 10 persen kasus yang terjadi pada orang yang lebih muda dari ini.

Gejala Penyakit Alzheimer

Dikutip dari Medical News Today, Jumat (18/2/2022), kehilangan memori merupakan gejala utama dari penyakit Alzheimer. Seiring berjalannya waktu, penyakit ini akan semakin memburuk dan gejala pun semakin bermunculan. Adapun gejala lainnya sebagai berikut:

1. Kehilangan Memori

Seseorang yang mengidap penyakit Alzheimer kemungkinan mengalami kesulitan dalam menerima dan mengingat informasi. Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Mengulang pertanyaan atau percakapan
  • Kehilangan benda
  • Melupakan acara atau janji
  • Tersesat

2. Defisit Kognitif

Seseorang mungkin mengalami kesulitan dengan penalaran, tugas-tugas yang kompleks, dan penilaian. Hal ini bisa menyebabkan:

  • Kurangnya pemahaman tentang keselamatan dan risiko
  • Kesulitan membuat keputusan
  • Kesulitan menyelesaikan tugas yang memiliki beberapa tahapan, seperti berpakaian

3. Masalah dengan Pengenalan

Pengidap kemungkinan tak mampu mengenali wajah, objek, dan menggunakan alat-alat dasar.

4. Masalah dengan Kesadaran Spasial

Pengidap mungkin akan mengalami kesulitan dengan keseimbangan, tersandung, atau menumpahkan barang lebih sering, atau mereka mungkin mengalami kesulitan mengarahkan pakaian ke tubuh mereka saat berpakaian.

5. Masalah dengan Berbicara, Membaca, atau Menulis

Penyakit Alzheimer bisa membuat pengidapnya mengalami kesulitan berbicara, mengeja, atau menulis.

6. Perubahan Kepribadian atau Perilaku

Penyakit Alzheimer juga bisa mempengaruhi kepribadian dan perilaku seseorang, seperti:

  • Mudah marah dan kesal
  • Mudah khawatir
  • Kehilangan motivasi
  • Kehilangan empati
  • Berperilaku kompulsif, obsesif, atau tidak pantas secara sosial

Selain itu, pada tahun 2016, peneliti menemukan bahwa perubahan selera humor seseorang bisa jadi sebagai gejala awal Alzheimer.

Faktor Penyakit Alzheimer

Dikutip dari Alzheimer's Indonesia, terdapat sejumlah faktor yang kemungkinan dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer, yaitu:

Usia

Usia merupakan faktor risiko terbesar untuk demensia. Kondisi ini dapat mempengaruhi 1 dari 14 orang di atas usia 65 tahun, dan 1 dari 6 di atas usia 80 tahun.

Faktor Genetik

Penyakit Alzheimer bisa terjadi akibat faktor genetik atau pembawaan penyakit dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Meskipun demikian, risikonya terbilang sangat kecil.

Faktor Lingkungan

Beberapa tahun yang lalu, ada kekhawatiran bahwa paparan aluminium dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Namun, hal ini masih harus diteliti lebih lanjut.

Faktor Lain

Adapun faktor lain yang berisiko terkena penyakit Alzheimer, seperti perbedaan kromosom, orang yang mengidap sindrom down (down syndrome), hingga orang yang pernah mengalami cedera kepala berat atau leher (whiplash injuries).

Penelitian juga menunjukan bahwa orang yang merokok, memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan diabetes memiliki peningkatan risiko terkena penyakit Alzheimer.

Pencegahan Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer yang diangkat sebagai tema Pelangi Tanpa Warna umumnya tak bisa diobati. Namun, ada sejumlah pencegahan dini yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena penyakit ini, seperti:

  • Berolahraga secara teratur
  • Mengkonsumsi makanan dari sehat
  • Mengikuti pedoman pengobatan untuk mengelola tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi
  • Berhenti merokok


Simak Video "Kata Dokter Saraf soal Kaitan Flashlight ''Pengabdi Setan 2'' dengan Epilepsi"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT