ADVERTISEMENT

Jumat, 18 Feb 2022 15:30 WIB

Muncul Gejala Baru Omicron di Pencernaan, Kok Bisa Beda-beda Sih?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern Penjelasan peneliti perihal penyebab gejala varian Omicron bisa berbeda pada setiap pasien. Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Sebagian besar pasien COVID-19 varian Omicron mengalami gejala relatif lebih ringan dibanding varian Corona lainnya, bahkan disebut-sebut amat mirip flu biasa. Namun ditegaskan, tak berarti infeksi Omicron adalah penyakit ringan. Mengapa?

Aplikasi ZOE COVID Study Inggris menyebut, sebagian besar pasien varian Omicron memang mengalami gejala serupa flu biasa seperti batuk-pilek, sakit tenggorokan, badan nyeri, kelelahan, dan sakit kepala.

Namun tak bisa disimpulkan bahwa varian Omicron memicu gejala lebih ringan dibanding varian Corona lainnya. Bisa jadi, gejala relatif ringan tersebut sebenarnya dipengaruhi vaksin COVID-19 yang kini telah menjangkau banyak orang.

"Belum tentu gejala yang ditimbulkan Omicron lebih ringan dibandingkan varian sebelumnya. Mayoritas penduduk Inggris sekarang divaksinasi dua atau tiga kali lipat, seperti sebagian besar kontributor aplikasi ZOE, yang memiliki efek perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah dan rawat inap," kata perusahaan tersebut, dikutip dari Mint, Jumat (18/2/2022).

Gejala Omicron beragam, kini ada masalah pencernaan

Disebutkan, gejala baru yang kini banyak dilaporkan pasien Omicron adalah masalah pada sistem pencernaan (gastrointestinal) seperti diare dan sakit perut.

Anehnya, kini gejala 'klasik' yang dulu marak dilaporkan pasien COVID-19 justru jarang ditemukan pada pasien Omicron. Tak lain berupa batuk, demam, dan kehilangan kemampuan mencium bau (anosmia).

Kenapa gejala Omicron bisa berbeda pada tiap pasien?

Dalam kesempatan lainnya, pakar penyakit menular terkemuka dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Maria Van Kerkhove, membenarkan terdapat beragam gejala pada pasien COVID-19 varian Omicron. Di samping banyak kasus gejala relatif ringan, masih ada pasien Omicron yang mengalami gejala parah hingga meninggal dunia.

"Rata-rata, kita tahu bahwa risiko perlu rawat inap lebih rendah jika terinfeksi varian Omicron dibandingkan varian Delta, tetapi itu tidak berarti bahwa itu (infeksi Omicron) adalah penyakit ringan," tegasnya dalam sesi tanya jawab terkait COVID-19 dan subvarian Omicron BA.2 sebelumnya, dikutip dari Mint.

Menurutnya, perbedaan gejala pada pasien-pasien Omicron dipengaruhi oleh dosis vaksin COVID-19 yang sudah disuntikkan. Pasalnya, terdapat perbedaan gejala signifikan pada pasien Omicron yang sudah menerima satu dosis, dua dosis, dan tiga dosis vaksin COVID-19.

"Ada pengurangan yang signifikan dari rawat inap dan kematian di antara mereka yang divaksinasi," imbuh Van Kerkhove.



Simak Video "Omicron Identik dengan Batuk Kering dan Kelelahan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT