Senin, 21 Feb 2022 17:00 WIB

Heboh AS-Singapura Tarik Izin Edar 3 Produk Susu Bayi, BPOM RI Angkat Bicara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Viostin DS dan Enzyplex Ditarik Dari Peredaran

Kepala Bada Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito melakukan jumpa pers terkait perkembangan kasus pelanggaran produk Viostin DS dan Enzyplex yang mengandung DNA babi di Jakarta, Senin (5/6/2018). Dalam hasil penyelidikan BPOM, kedua produk tersebut positif mengandung DNA babi. Atas temuan ini kedua produk tersebut ditarik dari peredaran. Grandyos Zafna/detikcom Penny K Lukito Kepala BPOM RI. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengungkap temuan bakteri Salmonella di produk formula atau susu bayi. Produk tersebut berasal dari Abbott Nutrition dengan merek Similac, Alimentum dan Elecar.

Ketiga produk susu bayi ini langsung ditarik izin edarnya di AS. Singapura menyusul langkah serupa, menurut Singapore Food Agency (SFA) infeksi bakteri Salmonella bisa memicu penyakit serius.

"Dapat menyebabkan meningitis atau sepsis," kata SFA, dikutip dari Channel News Asia.

Bagaimana di Indonesia?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) juga ikut buka suara. Kabar baiknya, ketiga produk tersebut tak ada dalam daftar izin edar di Indonesia.

Adapun produk dengan nama dagang Similac yang beredar di Indonesia, berasal dari PT Abbott Products Indonesia dan diproduksi oleh Abbott Nutrition di Sturgis, Michigan, USA. Tidak sama dengan yang ditarik di Amerika Serikat.

Dalam keterangan resmi BPOM, produk bernama Similac dari Abbott yang beredar di Tanag Air digunakan untuk pelengkap gizi air susu ibu atau human milk fortifier, bukan susu bayi.

BPOM RI ikut menarik izin edar

Produk dengan nama dagang Similac yang beredar di Indonesia adalah Similac Pelengkap Gizi Air Susu Ibu (Human Milk Fortifier/HMF) dan bukan merupakan formula bayi. Meski begitu, dengan pertimbangan kehati-hatian, Indonesia juga menarik produk dari Abbott.

"Untuk melindungi masyarakat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, PT Abbott Products Indonesia telah melakukan penarikan sukarela terhadap produk Similac Pelengkap Gizi Air Susu Ibu (Human Milk Fortifier) yang beredar di Indonesia dari tingkat distributor hingga tingkat konsumen," klarifikasi BPOM menyusul penarikan izin produk di banyak negara.

"Badan POM mengawal dan memastikan penarikan tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Human Milk Fortifier (HMF) merupakan salah satu produk Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) yang diformulasi bagi bayi yang sangat prematur (usia kehamilan ibu kurang dari 32 minggu) dan/atau bayi berat lahir sangat rendah (di bawah 1500 gram) dan digunakan harus dengan resep dan di bawah pengawasan dokter spesialis anak," lanjut BPOM dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom Senin (21/2/2022).



Simak Video "BPOM Minta Rekomendasi Nama Vaksin Merah Putih Internasional ke Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)