Digas Yuk! Lansia Kini Bisa Booster 3 Bulan Setelah Dosis ke-2

ADVERTISEMENT

Round Up

Digas Yuk! Lansia Kini Bisa Booster 3 Bulan Setelah Dosis ke-2

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Rabu, 23 Feb 2022 05:13 WIB
Vaksinasi COVID-19 terus dilakukan. Salah satunya diberikan untuk warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kemenkes RI mempersingkat durasi pemberian vaksinasi COVID-19 booster untuk kelompok lansia. Kini booster untuk lansia bisa diberikan dalam kurun tiga bulan setelah menerima vaksin primer lengkap.

Namun, Direktur Jenderal Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonowu mengatakan, vaksin Sinovac tetap difokuskan untuk anak usia 6-11 tahun sehingga tak ikut diberikan untuk booster, dikarenakan keterbatasan stok.

"Mengingat saat ini vaksin Sinovac yang didistribusikan jumlahnya terbatas dan diperuntukkan bagi sasaran anak usia 6-11 tahun, maka untuk booster ini dapat menggunakan vaksin selain Sinovac," jelasnya dalam surat edaran penyesuaian vaksinasi COVID-19 booster yang diterima detikcom Rabu (22/2/2022).

Berikut poin-poin penyesuaian vaksinasi COVID-19 booster, yang mulai berlaku hari ini:

  • Pemberian dosis booster bagi lansia (usia > 60 tahun) dapat diberikan dengan interval minimal tiga bulan setelah mendapat vaksinasi primer lengkap.
  • Vaksinasi COVID-19 dosis booster dapat dilakukan secara homolog atau heterolog. Vaksin yang diberikan adalah regimen vaksin COVID-19 yang tersedia di lapangan dan yang sudah mendapatkan EUA dari BPOM serta sesuai dengan rekomendasi dari ITAGI.
  • Mengingat saat ini vaksin Sinovac yang didistribusikan jumlahnya terbatas dan diperuntukkan bagi sasaran anak usia 6-11 tahun, maka untuk booster ini dapat menggunakan vaksin selain Sinovac.
  • Vaksinasi dosis primer tetap harus dikejar agar dapat mencapai target.
  • Tata cara pemberian, tempat pelaksanaan, alur pelaksanaan dan pencatatan vaksinasi COVID-19 dosis booster tetap mengacu pada Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2002.

Adapun jenis vaksin COVID-19 yang bisa diberikan mengacu pada rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI).

Booster untuk penerima vaksin Sinovac:

  • Homolog vaksin Sinovac (dosis penuh)
  • Heterolog vaksin Pfizer (setengah dosis)
  • Heterolog vaksin AstraZeneca (setengah dosis)
  • Heterolog vaksin Moderna (dosis penuh)
  • Heterolog vaksin Zifivax (dosis penuh)

Booster untuk penerima vaksin Pfizer:

  • Homolog vaksin Pfizer (dosis penuh)
  • Heterolog vaksin AstraZeneca (setengah dosis)
  • Heterolog vaksin Moderna (setengah dosis)



Simak Video "7 Kombinasi Vaksin Covid-19 untuk Booster Kedua Lansia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT