Ngilu! Viral Nakes Ambil Sampel Tes COVID-19 Anak, Dianggap Terlalu Brutal

ADVERTISEMENT

Ngilu! Viral Nakes Ambil Sampel Tes COVID-19 Anak, Dianggap Terlalu Brutal

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 23 Feb 2022 09:13 WIB
Viral tes COVID-19 brutal
Viral video nakes tengah melakukan swab tes COVID-19 pada seorang anak. (Foto: Tangkapan Layar Viral)
Jakarta -

Viral video yang memperlihatkan tenaga kesehatan tengah mengambil sampel tes COVID-19 pada seorang anak. Video yang berseliweran di media sosial ini viral lantaran cara pengambilan sampel tes COVID-19 dinilai tak wajar.

Terlihat nakes di video tersebut berulang kali memutar alat swab tes COVID-19 di hidung si anak hingga tampak terlalu dalam. Si anak hanya bisa menangis sambil menahan sakit saat menjalani tes COVID-19.

Belum ada keterangan lebih lanjut terkait video viral. Beberapa akun di media sosial TikTok maupun Instagram mengunggah ulang video ini tanpa mencantumkan informasi kejadian dan lokasi video diambil.

Beberapa netizen menyayangkan cara pengambilan tes COVID-19 anak tersebut. Bahkan meminta nakes terkait diusut untuk dimintai tanggung jawab.

Pasalnya, berdasarkan pengalaman, proses pengambilan sampel untuk tes COVID-19 tidak sedalam yang dilakukan nakes di video viral.

"Duh, sampai otak tuh. Kemarin saja saya di PCR drive thru nyantai saja nggak nyampe dalam dan diputar-putar gitu," timpal salah satu netizen.

"Parah, nyoloknya kurang ajar itu, anak sudah kesakitan. Bisa trauma dia," komentar yang lain.

Video viral pengambilan sampel tes COVID-19 ini sudah ditonton ratusan orang dan dibagikan di banyak platform media sosial, termasuk diunggah dalam akun TikTok @radarbandung. Mulai ramai sejak Selasa (22/2/2022).

Respons Kemenkes

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi enggan berkomentar banyak terkait video viral nakes melakukan swab COVID-19 pada seorang anak. Menurutnya, hal tersebut dikembalikan lagi pada persepsi masing-masing.

"Ini kan tergantung persepsi rasa ya dari yang diperiksa dan ini juga keterampilan petugas ya," kata dr Nadia kepada detikcom, Rabu (23/2/2022).



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT